• Search
  • Menu
Read Detail

Pinjam Pakai Alsin Lewat Brigade Daerah

12:22 WIB | Thursday, 10-August-2017

Alat dan mesin pertanian (alsintan) bantuan pemerintah kini hanya bisa dipakai dengan metode pinjam pakai. Petani bisa meminjam melalui brigade alsintan di daerah dengan biaya sewa yang lebih terjangkau.

 

Program mekanisasi pertanian melalui penggunaan alat dan mesin pertanian (alsintan) telah dirasakan dalam mendongkrak produksi. Pada tahun anggaran 2017 ini, Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian mengalokasikan anggaran pengadaan atau penyaluran bantuan alsintan berupa Traktor Roda 2, Pompa Air, Rice Transplanter, Traktor Roda 4 (Tanaman Pangan), Cultivator, Mini Excavator dan Hand Sprayer/Knapsack yaitu alat pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT).

 

Bantuan alsintan ini merupakan salah satu cara membantu mengatasi permasalahan kelangkaan tenaga kerja pertanian. Sayangnya, alsintan yang sebelumnya dihibahkan kepada petani, banyak yang tidak terawat dan terbengkalai.

 

“Banyak petani yang setelah mendapatkan hibah bantuan menganggap alat tersebut menjadi hak miliknya,” kata Direktur Alat dan Mesin Pertanian, Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian, Suprapti. Padahal lanjut dia, jika alsin tersebut bisa diputar atau dipinjamkan kepada petani lain dengan memungut uang pinjam pakai akan jauh lebih bermanfaat.

 

Untuk mengoptimalkan pemanfaatan bantuan alsintan, kini pengelolaan alsintan diarahkan untuk memperkuat program brigade alsintan. Keunggulan dari pola brigade antara lain kegiatan tanam bisa berlangsung serempak sehingga mengurangi/menekan serangan OPT.

 

Brigade Alsintan ini bisa dilakukan di tingkat Dinas Pertanian, baik kabupaten, kota atau provinsi. Bisa juga tingkat Korem/Kodim, maupun tingkat UPJA. Secara operasional, brigade alsintan ini merupakan gerakan bersama antara pemda, jajaran TNI, kelembagaan petani serta generasi muda penggerak modernisasi pertanian.

 

“Guna mengoptimalkan pelayanan, setiap brigade alsintan harus memiliki minimal tiga jenis alsintan yaitu traktor, rice transplanter dan combine harvester. Masing-masing sebanyak empat unit agar dapat menggerakkan kegiatan tanam dan panen secara serentak,” tutur Suprapti. Disamping jenis alsintan tersebut, dimungkinkan jenis alsintan lain yang bisa dikelola dengan sistem brigade. Mulai dari excavator, pompa air, power threser, power thresser serbaguna, corn sheller dan corn combine harvester.

 

Basis Pengelolaan Alsintan

 

Dalam operasional pelaksanaan brigade alsintan, BP3K atau Koramil menjadi basis wilayah kerja operasional brigade. BP3K/Koramil mengatur wilayah kerja sehingga alsintan bisa dimanfaatkan secara optimal.

 

Suprapti menjelaskan, nantinya setiap provinsi menjadi depo brigade yang akan ada rayon-rayon di kabupaten/kota. Satu kabupaten atau kota bisa memiliki lima sampai enam rayon sedangkan satu rayon membawahi tiga kecamatan.

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066