• Search
  • Menu
Read Detail

Daya Beli Petani Naik

10:25 WIB | Thursday, 10-August-2017

Daya beli petani pada Juli naik. Terlihat dari laporan Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat nilai tukar petani (NTP) nasional sebesar 100,65 atau naik 0,12% dibanding NTP bulan sebelumnya.

 

Kenaikan NTP karena Indeks Harga yang Diterima Petani (It) naik sebesar 0,26% lebih besar dari kenaikan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) sebesar 0,14%. NTP merupakan salah satu indikator melihat tingkat kemampuan/daya beli petani di pedesaan.

 

NTP juga menunjukkan daya tukar dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi. Artinya, makin tinggi NTP, maka makin kuat tingkat kemampuan/daya beli petani.

 

Kepala BPS Kecuk Suhariyanto mengatakan, berdasarkan hasil pemantauan harga-harga perdesaan di 33 provinsi pada Juli 2017, NTP secara nasional naik 0,12% yaitu dari 100,53 menjadi 100,65. Kenaikan NTP tersebut karena indeks harga hasil produksi mengalami peningkatan lebih besar dari indeks barang dan jasa yang dikonsumsi rumah tangga maupun untuk keperluan produksi pertanian.

 

Kenaikan NTP tersebut dipengaruhi NTP subsektor tanaman pangan sebesar 0,06%, hortikultura 0,58%, peternakan 0,41% dan perikanan 0,004%. Sedangkan tanaman perkebunan rakyat turun 0,49%. “Kenaikan NTP tertinggi pada Juli adalah Provinsi Jawa Timur yang naik 0,89% dibandingkan provinsi lainnya. Sebaliknya, NTP Sulawesi Tenggara mengalami penurunan terbesar 1,40% dibandingkan provinsi lainnya,” ungkap Kecuk.

 

Harga Gabah dan Beras

 

Terkait harga gabah dan beras, dalam release BPS, Selasa (1/8) terungkap, selama Juli 2017, rata-rata harga gabah kering panen (GKP) di tingkat petani Rp 4.483/kg atau turun 0,99% dan di tingkat penggilingan Rp 4.570/kg atau turun 0,98% dibandingkan harga gabah kualitas yang sama pada Juni 2017.

 

Sedangkan rata-rata harga gabah kering giling (GKG) di petani Rp 5.457/kg atau turun 1,92% dan di tingkat penggilingan Rp 5.549,00/kg atau turun 2,26%. Sementara harga gabah kualitas rendah di tingkat petani Rp 3.908/kg atau turun 0,67% dan di tingkat penggilingan Rp 3.989/kg atau turun 0,48%.

 

“Dibandingkan Juli 2016, rata-rata harga pada Juli 2017 di tingkat petani untuk semua kualitas GKP, GKG, gabah kualitas rendah mengalami kenaikan masing-masing 2,45%, 1,43%, dan 2,01%,” katanya. Demikian juga di tingkat penggilingan rata-rata harga untuk kualitas GKP, GKG, dan gabah kualitas rendah mengalami kenaikan masing-masing 2,51%, 1,39%, dan 1,97%.

 

Sementara itu untuk harga beras, Kecuk Suhariyanto mengungkapkan, pada Juli 2017, rata-rata harga beras kualitas premium di penggilingan sebesar Rp 9.384/kg atau turun sebesar 0,64% dibandingkan bulan sebelumnya. Begitu juga rata-rata harga beras kualitas medium di penggilingan sebesar Rp 8.744/kg, turun sebesar 0,58%.

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066