• Search
  • Menu
Read Detail

VUB Tebu Amphibi Harapan Baru Menuju Swasembada Gula

12:44 WIB | Tuesday, 08-August-2017

Peningkatan jumlah penduduk dan perkembangan ekonomi menyebabkan kebutuhan produk pertanian baik pangan, bahan industri, bahan baku obat maupun bahan bakar nabati akan semakin meningkat. Akan tetapi di sisi lain perubahan iklim global, ketersediaan lahan makin terbatas, degradasi lahan makin meningkat menyebabkan tantangan produksi pertanian makin berat.

 

Untuk mengatasi hal tersebut salah satu pendekatan yang paling efektif adalah penyediaan varietas-varietas baru yang mampu berproduksi tinggi ditengah cuaca ekstrim, tekanan cekaman biotik maupun abiotik, serta memiliki keragaan mutu yang sesuai dengan perubahan preferensi konsumen, merupakan penentu kekuatan daya saing produk pertanian Indonesia ditengah persaingan ekonomi yang makin sengit.

 

Oleh karena itu kegiatan pengembangan varietas dengan menggunakan berbagai pendekatan baik secara konvensional maupun non konvensional perlu dipacu agar dihasilkan varietas-varietas baru dengan sifat keunggulan yang sesuai dengan tuntutan peningkatan kebutuhan produk pertanian untuk menggantikan varietas yang sudah mengalami degenerasi genetik atau untuk melengkapi plasma nutfah yang sudah ada.

 

Tebu merupakan salah satu komoditi tanaman pangan yang ditargetkan untuk mencapai swasembada gula konsumsi pada tahun 2019 dan swasembada industri pada tahun 2019. Permasalahan yang dihadapi adalah berbagai varietas bina yang sudah digunakan baik oleh masyarakat petani maupun industri telah mengalami degenerasi genetik sehingga produktivitas dan rendemennya menurun.

 

Di samping itu dengan adanya perubahan iklim global yang ekstrim berdampak terhadap penurunan produktivitas tebu yang drastis sehingga pelambatan proses penyediaan varietas unggul baru yang adaptif terhadap anomali iklim dan lahan sub optimal dapat menyebabkan ketertinggalan dalam daya saing pada tingkat global dan tidak tercapainya kedaulatan pangan.

 

Perakitan Varietas

 

Puslitbang Perkebunan, Badan Litbang Pertanian, Kementerian Pertanian mempunyai mandat untuk melakukan penelitian berbagai tanaman perkebunan, antara lain tanaman tebu. Untuk mendukung tercapainya swasembada gula, maka sejak tahun 2012, Puslitbang Perkebunan telah melakukan kegiatan penelitian perakitan varietas unggul tebu baru untuk mengantisipasi adanya anomali iklim yang sangat sulit diprediksi dengan menggunakan teknologi kultur in vitro dikombinasikan dengan mutagen baik fisik (iradiasi sinar gamma) maupun kimiawi.

 

Teknologi keragaman somaklonal dan mutagenesis in vitro merupakan salah satu teknik kultur in vitro yang banyak digunakan untuk meningkatkan keragaman genetik tanaman secara non konvensional dan terbukti telah banyak dihasilkan varietas-varietas baru yang mempunyai karakter-karakter unggul khususnya untuk peningkatan produktivitas tanaman serta toleransi terhadap cekaman abiotik.

 

Melalui kegiatan tersebut telah dihasilkan 300 galur mutan somaklon hasil keragaman somaklonal dan mutagenesis in vitro. Seleksi awal terhadap galur-galur tersebut dilakukan pada kondisi iklim basah dan terseleksi 150 galur yang mempunyai potensi produktivitas dan nilai kandungan padatan terlarut (brix) tinggi. Selanjutnya melalui proses seleksi berikutnya diperoleh 50 galur mutan somaklon potensial yang kemudian diuji lebih lanjut melalui Uji Daya Hasil Pendahuluan (UDHP).

 

Data rendemen tebu pada UDHP menunjukkan bahwa rendemen dari galur-galur mutan somaklon ada yang mencapai diatas 11%, sedangkan kontrol BL 9.45% dan PS 864 9.35%. Dari hasil UDHP terseleksi 15 galur mutan somaklon yang mempunyai potensi produktitivitas dan rendemen tinggi.

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

Editor : Pimpinan Redaksi