• Search
  • Menu
Read Detail

Tentang Dana Desa

12:30 WIB | Tuesday, 08-August-2017

Dana desa telah digulirkan pemerintah sejak tahun 2015. Nilai dana bersumber dari APBN yang dialokasikan untuk membiayai penyelenggaraan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa sungguh luar biasa besar. Pada tahun 2015 tercatat dana yang disalurkan sebanyak Rp 20,7 triliun untuk 6.382 kecamatan di 34 provinsi dan 434 kabupaten/kota, tahun 2016 meningkat menjadi Rp 46,9 triliun untuk 6.445 kecamatan, dan pada tahun 2017 dialokasikan dana sebesar Rp 60 triliun untuk jumlah kecamatan yang sama. Ide awal dari alokasi dana ini adalah untuk mempercepat akselerasi pembangunan perdesaan agar bisa tumbuh dan berkembang disertai peningkatan kesejahteraan masyarakat desa.

 

Sejak awal program ini akan bergulir sudah banyak pihak meragukan dan mempertanyakan pelaksanaan program ini. Mereka bukan meragukan manfaat dan hasil akan dinikmati masyarakat perdesaan melalui program ini. Hampir semua pengamat meragukan kemampuan aparat dari tingkat kabupaten, kecamatan dan desa untuk mengelola dana yang sangat besar ini.

 

Mereka mengkhawatirkan kemungkinan terjadinya penyelewengan atau kebocoran dana karena keterbatasan kemampuan sumberdaya manusia dan lemahnya mekanisme pengawasan di lapangan. Bahkan banyak yang khawatir akan banyak perangkat desa, kecamatan dan kabupaten yang menjadi tersangka korupsi karena pengelolaan dana desa ini.

 

Kekhawatiran banyak pihak itu ternyata benar. Belum lama ini Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menangkap tangan bupati Pamekasan, Kepala Kejaksanaan Negeri Pamekasan, dan beberapa pejabat serta kepala desa di Pamekasan. Mereka menjadi tersangka karena kasus suap dana desa, salah satunya disinyalir untuk ‘menutup’ kasus penyelewengan proyek jalan desa yang terjadi di Kabupaten Pamekasan.

 

Fakta ini mungkin hanya satu dari sekian banyak kasus penyelewengan dana desa. Kasus ini juga menegaskan bahwa program dana desa memang rawan diselewengkan dan perlu diperketat pengawasannya agar masyarakat perdesaan bisa benar-benar menikmati manfaatnya, serta menghindarkan para perangkat desa dan pejabat dari kemungkinan menjadi tersangka korupsi.

 

Namun yang pasti, kita semua tidak boleh surut oleh terbongkarnya kasus penyelewengan dana desa. Masyarakat desa sangat membutuhkan dukungan dana dalam jumlah besar untuk menggerakkan perekonomian desa sekaligus meningkatkan kesejahteraan mereka.

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066