• Search
  • Menu
Read Detail

Wiratno: Jamu Sakti Makin Teruji

12:09 WIB | Thursday, 03-August-2017

Saat ini Dr. Ir. Wiratno M.Env.Mgt menjabat sebagai Kepala Balittro Bogor, namun sebenarnya dia adalah seorang peneliti yang telah berhasil menemukan formula pestisida nabati, BioProtektor yang teruji menghalau wereng di Jawa Tengah.

 

Wereng merupakan momok bagi petani pada musim tanam ini. Serangan wereng telah meluluh lantakkan pertanaman padi di berbagai wilayah di Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat sejak Juni lalu.

 

Wiratno bercerita, dampak negatif yang diakibatkan serangan wereng ini adalah munculnya gejala kerdil yang menyebabkan tanaman tidak mampu tumbuh dan berproduksi secara normal bahkan pada serangan berat tanaman menjadi fuso.

 

Penyakit ini disebabkan oleh virus tungro yang terbawa oleh wereng sebagai vektornya. Selain agroklimat yang kondusif bagi perkembangan populasi wereng, penanaman padi secara terus-menerus pada setiap musim tanam dan pengendalian hama-penyakit menggunakan pestisida sintetis ditengarai menjadi pemicu terjadinya serangan wereng.

 

Perbaikan pola tanam, perbaikan teknologi budidaya serta pengendalian hama-penyakit ke arah yang lebih ekologis menjadi kunci dalam mengatasi dan mengantisipasi ledakan hama dan penyakit tanaman di masa mendatang. 

 

Kaji Terap

 

Untuk  mewujudkan peran nyata memperbaiki kultur budidaya padi, tim peneliti KP4S Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) yang diketuai Prof. Ir. Totok Agung Dwi Haryanto, M.P., Ph.D beranggotakan Dr. Ir. Noor Farid, M.Si., Agus Riyanto, S.P. M.Si., Dyah Susanti, S.P., M.P bekerjasama dengan Peneliti Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian, Dr. Ir. Wiratno M.Env.Mgt, melaksanakan kaji terap teknologi budidaya padi Salibu Jarwo Super pada Lahan Marginal Tadah Hujan seluas 25 Ha di Desa Karangtengah Kecamatan Kemangkon, Kabupaten Purbalingga.

 

Kaji terap ini dilaksanakan untuk meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) dan meningkatkan produktivitas sekaligus mengefisienkan waktu dan biaya produksi padi.

 

Wiratno menegaskan, salah satu komponen teknologi yang ditambahkan pada kaji terap saat ini adalah penggunaan bioproduk yaitu biodekomposer (Agrodeko), biofertilizer (Agrimeth), dan pestisida nabati (BioProtektor). Bioproduk ini digunakan khususnya untuk mengurangi penggunaan pupuk dan pestisida sintetis yang jika digunakan secara berlebih berdampak terhadap daya dukung lahan yang semakin menurun.

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066