• Search
  • Menu
Read Detail

KEMENTAN TUMBUHKAN AGROSOCIOPRENEUR MUDA

13:14 WIB | Wednesday, 02-August-2017

Tahun ini Kementerian Pertanian menambah jumlah sekolah dan perguruan tinggi yang mengikutkan siswa atau mahasiswa menjadi agrosociopreneur muda.

 

 

 

 

 

 

 

Mulai tahun 2016 Kementerian Pertanian menjalankan program  penumbuhan wirausawan muda pertanian (PWMP) yang diperuntukkan bagi siswa Sekolah Menengah Kejuruan Pertanian Pembangunan (SMKPP), mahasiswa Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) dan alumni Perguruan Tinggi Mitra (PTM) Kementerian Pertanian yang memiliki Fakultas Pertanian/Peternakan.

 

Pada tahun pertama terdapat 3 SMKPP, 6 STPP dan 8 PTM turut mengambil bagian pada program kegiatan ini. Pada  tahun kedua (2017) ada tambahan 13 SMKPP dan 8 PTM. Program ini merupakan salah satu upaya untuk mendorong regenerasi petani di Indonesia.

 

Agrosociopreneur jelas Bambang Sudarmanto Kabid Penyelenggaraan Pendidikan,Pusdiktan, Badan PPSDMP, adalah berwirausaha di bidang pertanian yang tetap mengedepankan aspek sosial di masyarakat.

 

 Mereka  diharapkan menjadi wirausahawan muda pertanian yang tidak hanya mengejar pada keuntungan namun juga perduli pada lingkungan masyarakat utamanya petani kecil. Selama ini petani sebagai produsen komoditas pertanian menanggung resiko tertinggi dan waktu pengelolaan paling panjang dengan segala keterbatasan yang dimiliki. Lahan yang rata-rata di bawah 0,3 ha dan tidak dalam satu hamparan manambah biaya produksi persatuan luas semakin tinggi.

 

Progarm kegiatan PWMP bagi mahasiswa dan alumni ini diharapkan juga dapat mengajak petani untuk berkelompok dan bermitra, sehingga dapat memberikan sentuhan teknologi, menekan biaya produksi dan meningkatkan kualitas produknya. Peningkatan kualitas produk dan pendeknya rantai pemasaran diharapkan menurunkan disparitas harga yang diterima petani dengan yang dibayarkan oleh konsumen, dengan demikian ada perlindungan terhadap produsen maupun konsumen. Pembinaan karakter bagi generasi muda pertanian menjadi sangat penting, agar usaha yang dilakukan keberlanjutan, adanya jaminan bahan baku usaha, serta tidak jeranya konsumen dan pasar karena penetapan harga yang wajar.

 

Sistem usaha yang diterapkan hendaknya juga aman dari bahan kimia yang berbahaya atau pada kandungan yang masih dipersyaratkan. Zero waste perlu terus digalakkan sehingga tidak ada limbah ataupun sisa hasil produksi yang taktermanfaatkan. Limbah dan sisa hasil dapat digunakan untuk pakan ternak,  pupuk organik, biogas ataupun bahan baku industri lainnya. Apabila hal ini bisa dilakukan tentu akan semakin mengefisienkan kegiatan usaha disamping juga ramah lingkungan.PR/Som

Editor : Pimpinan Redaksi