• Search
  • Menu
Read Detail

Politeknik Pertanian Agar Hasilkan Temuan Baru

19:31 WIB | Tuesday, 11-July-2017

Menteri Pertanian mendukung  peningkatan status Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) dan Sekolah Menengah Kejuruan Penyuluhan Pertanian (SMK PP) menjadi politeknik pertanian di 10 lokasi. Peningkatan status kelembagaan pendidikan yang ada di lingkup Kementerian Pertanian (Kementan) ini ke depan harus dibarengi dengan penemuan baru di masing-masing sekolah vokasi tersebut.

 

“10 Politeknik Pertanian ini  akan lebih mengarah pada pendidikan vokasi.  Dosen atau gurunya nantinya harus bisa membuat penelitian atau penemuan baru di sektor pertanian supaya ada perubahan ke arah swadaya pertanian,” jelas Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman saat memberi pengarahan pada acara rapat koordinasi antara Ketua STPP, Kepala SMK PP, dan para dosen dengan Sekretaris BPPSDMP Kementan, di Jakarta, Jumat (7/6).

 

Menurut Amran, nantinya setiap dosen akan diberi tugas untuk melakukan penelitain komoditas tertentu sesuai kebutuhan pertanian yang akan dikembangkan di daerah.  Kementan pun akan menyiapkan anggaran penelitian yang dilakukan masing-masing dosen yang bersangkutan.

 

“Kami siapkan anggaran penelitiannya. Jika sebelumnya anggarannya hanya Rp 3 miliar, maka sesuai APBN-P tahun ini jumlahnya akan  ditingkatkan menjadi Rp 6 miliar,” papar Amran.

 

“Sekarang sudah ada jagung tongkol dua. Kalau bisa ada yang melakukan penelitian bagaimana menciptakan jagung yang bertongkol 3. Saat ini sudah ada pengembangan sapi yang bobotnya bisa mencapai 400 kg. Ke depan agar ada penelitian yang bisa menciptakan sapi yang bobotnya 1-1,5 ton,” kata Amran.

 

Mentan  meminta setiap STPP dan SMK PP yang sudah berubah menjadi Politeknik Pertanian ini bisa membuat mesin pertanian sendiri. Saat ini sudah ada mesin pertanian seperti combine harvester, rice transplanter, dan alat untuk tanam jagung yang dibuat sendiri. Alsintan bentuk lain hendaknya juga  bisa dibuat di 10  sekolah advokasi yang dikembangkan Kementan.

 

“Untuk mengembangkan teknologinya, Politeknik Pertanian tersebut bisa menggandeng perguruan tinggi, seperti UGM, IPB, Unpad, Unhas, dan perguruan tinggi lainnya,” tutur Amran. Idt/Ira

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066