• Search
  • Menu
Read Detail

Satgas Pangan Tangani 212 Kasus

13:34 WIB | Monday, 10-July-2017

Sejak terbentuk Satgas Pangan telah memproses hukum 212 kasus terkait dengan terjadinya penyimpangan dalam pengadaan dan pendistribusian komoditas pangan di dalam negeri.

 

Kapolri Tito Karnavian mengatakan, ke-212 kasus tersebut telah ditindak oleh anggota polisi baik di Mabes maupun Polda. Dari 212 kasus tersebut, 105 berkaitan dengan bahan pokok dan 107 non bahan pokok.

 

Tito Karnavian menekankan agar Satgas Pangan terus bergerak dan fokus pada satu bidang. Komoditas lain tetap berjalan, namun beras mendapatkan atensi khusus, karena uang yang beredar di bisnis perberasan merupakan yang tertinggi yakni hampir Rp 480 triliun. Tertinggi kedua minyak goreng dan ketiga jagung.

 

“Presiden RI Joko Widodo menargetkan harga beras turun minimal Rp 1.000 di tingkat konsumen tanpa menurunkan harga di tingkat petani. Dengan adanya kekompakan satgas Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, Bulog, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) kami yakin harga relatif stabil,” tutur Tito pada acara penganugerahan penghargaan kepada jajaran Kepolisian RI oleh Menteri Pertanian RI, beberapa waktu lalu.

 

Menteri Pertanian Amran Sulaiman memberikan tanda penghargaan berupa PIN dan Surat Penghargaan kepada 11 Satgas pangan Polri dan Direktur Reserse Kriminal Khusus (Direskrimsus) yang berkinerja baik dalam pengamanan stabilisasi pasokan dan harga pangan 2017.

 

Kesebelas penghargaan tersebut diberikan kepada Direskrimsus Provinsi Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Lampung, Kepulauan Riau, Nusa Tenggara Barat , Jambi, Jawa Tengah, Sulawesi Tengah dan terakhir Direskrimsus Mabes Polri.

 

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman menyampaikan apresiasi dan terimakasihnya pada jajaran Polri yang bersama-sama telah mengamankan stok pangan dan mendukung stabilitas harga pangan di tahun 2017. Tia/Ira

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066