• Search
  • Menu
Read Detail

Habda Djae - Konsisten Terapkan Teknologi Mulsa

14:49 WIB | Friday, 14-February-2014

Banyak cara dilakukan petani untuk dapat meningkatkan produksi dan produktivitas pertanaman yang dibudidayakan.  Habda Djae, petani hortikultura asal Kota Ternate, Maluku Utara, konsisten menerapkan teknologi mulsa karena   dengan cara ini ia merasa bisa memperoleh hasil panen dan pendapatan yang memuaskan.

 

Masuk dalam jajaran penerima penghargaan “Petani Berprestasi Tingkat Nasional 2013”, Habda Djae  merupakan sosok pekerja keras yang selama sembilan tahun belakangan ini  tekun menjalani profesi sebagai petani aneka jenis sayuran. Ada tiga jenis sayur dibudidayakan di lahannya yang seluas 1 hektar  yakni tomat, kacang panjang dan ketimun.

 

Lelaki kelahiran Ternate 40 tahun lalu ini tak pernah bosan menggali ilmu tentang berbagai teknik budidaya tanaman sayur mayur, sampai kemudian memantapkan diri  untuk terus menerapkan teknologi mulsa di lahan usahanya. Menurut penilaiannya, teknologi mulsa tak sulit untuk diaplikasikan dan menjadi sarana yang tepat untuk bisa meningkatkan produksi ketiga jenis sayuran yang diusahakannya.

 

Dengan menerapkan teknik penggunaan mulsa plastik sebagai material penutup tanah, banyak hal positif yang didapat antara lain kelembaban tanah di sekitar tanaman menjadi terjaga serta pertumbuhan tanaman pengganggu (gulma) juga dapat lebih ditekan.

 

Ketiadaan gulma menjadikan tanaman lebih efisien dalam menyerap pupuk yang diberikan  sehingga praktis mendukung pertumbuhan tanaman lebih pesat lagi. Tanaman yang sehat dan tumbuh dengan optimal pada akhirnya bisa diharapkan mendatangkan  hasil produksi  yang tinggi.  Ia bisa merasakan betul, sejak menerapkan teknologi mulsa maka produksi tomat di lahannya meningkat tajam  sehingga berbuntut pada peningkatan pendapatan  dari berusahatani tomat. 

 

Peningkatan produksi dipandangnya penting karena permintaan masyarakat Kota Ternate terhadap komoditas tomat, kacang panjang dan ketimun dari waktu ke waktu terus meningkat seiring dengan berkembangnya kegiatan bisnis kuliner di wilayah ini.  Potensi pasar yang kian besar ini sangat sayang jika tidak bisa dimanfaatkan oleh pihaknya yang memang setiap hari berkutat dalam kegiatan usaha memproduksi ketiga jenis sayur tersebut.

 

 

 

Pengurus Kelompok Tani

 

Keberhasilan Habda Djae dalam mengusahakan tiga komoditas sayuran yang banyak diminati masyarakat tersebut  menjadikannya tempat bertanya sesama petani horti di daerahnya. Tak mengherankan bila kemudian pihaknya didaulat menjadi pengurus  sejumlah kelompok tani maupun gabungan kelompok tani (Gapoktan).

 

Melalui wadah kelompok tani pihaknya bisa sekaligus melakukan pembinaan tentang cara-cara melaksanakan teknologi mulsa kepada petani yang memerlukan bimbingannya.  Berbekal pengalaman dan keterampilan yang sudah ada pada dirinya, maka ayah satu anak ini  menjadi kian  percaya diri untuk menjadi mentor agar jejaknya bisa ditiru oleh banyak petani horti lainnya.

 

Pria yang bertempat tinggal di Dusun Tobololo, Kota Ternate ini  tak lupa senantiasa memberikan motivasi kepada petani di daerahnya agar tak berhenti belajar. Jika profesi petani sayur  ditekuni dengan sungguh-sungguh sambil terus mempelajari teknologi sesuai anjuran maka akan bisa dijadikan gantungan hidup bagi diri pribadi serta keluarga.  Ira       

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

 

Editor : Julianto