• Search
  • Menu
Read Detail

Sugianto, Tinggalkan Pupuk Kimia, Produksi Pupuk Organik Sendiri

11:00 WIB | Monday, 19-June-2017

Petani kini lebih banyak menggunakan pupuk kimia, bahkan dosisnya cenderung berlebihan. Padahal penggunaan pupuk yang melebihi takaran bukan jaminan hasil tanamannya meningkat. Penggunaan pupuk yang tepat dan sesuai takaran justru akan memberikan hasil yang lebih memuaskan.

 

Sugianto (48) atau yang lebih akrap dipanggil Koko, petani di Desa Sumber Kecamatan Kradenan justru memilih menggunakan pupuk organik. Dia menganggap, pupuk kimia mempunyai beberapa kelemahan. Di antaranya tidak mampu memperbaiki unsur hara di dalam tanah, tidak ramah lingkungan dan harganya pun terus semakin meningkat.

 

Apalagi menurut dia, kini kesadaran masyarakat untuk mengkonsumsi bahan pangan yang sehat kian tinggi. Peluang tersebut menjadi inspirasi bagi Koko untuk mengembangkan pembuatan pupuk organik atau pupuk kompos.

 

Koko yang juga Ketua Kelompok Tani Sidodadi Desa Sumber mengatakan, awalnya dirinya membuat pupuk organik dengan mencoba diterapkan pada tanaman cabai merah. Ternyata penggunaan pupuk kompos buatan sendiri, tanaman cabainya selamat dari serangan penyakit patek. Sedang tanaman petani lain yang tanpa menggunakan pupuk kompos ludes diserang patek.

 

Kemudian pada tahun 2003, Koko bersama anggota kelompok taninya mulai mengembangkan pembuatan pupuk kompos. Bahannya cukup mudah didapat dari sekitarnya yaitu kotoran ternak sapi maupun kambing.

 

Untuk mempercepat pengomposan atau mempercepat matangnya pupuk kompos agar bisa cepat digunakan, Koko mencampur dengan probiotik. Probiotik ini kata Koko bisa dibuat petani sendiri. “Pupuk kandang yang tidak diberi probiotik baru bisa digunakan bila dibiarkan atau disimpan sampai berbulan-bulan lamanya. Tapi kalau menggunakan probiotik 2-3 minggu pupuk organik sudah bisa untuk memupuk tanaman karena sudah matang,” tuturnya.

 

Hasil pembuatan pupuk organik oleh Kelompok Tani Sidodadi Desa Sumber ini tidak hanya digunakan anggota kelompok sendiri. Namun sudah dijual ke petani lain yang membutuhkan. Pelanggan yang menggunakan pupuk organik buatan Kelompok Petani Sidodadi ini kebanyakan petani hortikultura, seperti melon, cabai, semangka maupun petani yang tanam sayuran.

 

Keberhasilan Kelompok Tani Sidodadi Desa Sumber mengembangkan pupuk organik, membuat Bappeda Provinsi Jawa Tengah memberi bantuan berupa peralatan membuat pupuk organik yang berbentuk butiran. Di samping itu kelompok Tani Sidodadi kini menjadi tempat belajar kelompok tani maupun petani lain. Selain membuat pupuk organik, Koko juga mengembangkan beras organik. Gansar P/Yul

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066