• Search
  • Menu
Read Detail

Menapak Jalan Terjal Swasembada Gula

09:53 WIB | Tuesday, 13-June-2017

Upaya menggapai swasembada gula bak jalan terjal yang harus pemerintah lalui. Dalam peta jalan, Kementerian Pertanian menargetkan swasembada gula konsumsi bisa tercapai pada tahun 2019 dan kecukupan gula industri tahun 2025.

 

Untuk menapak jalan menuju swasembada gula, pemerintah dalam hal ini Kementerian Pertanian dalam kurun tiga tahun akan mengembangkan lahan tebu seluas 500 ribu hektar (ha) dengan produktivitas gula sebanyak 6 ton/ha. Diharapkan pada tahun 2019/2020, produksi gula dalam negeri sebanyak 3 juta ton.

 

Direktur Tanaman Semusim dan Rempah Ditjen Perkebunan Kementan, Agus Wahyudi mengatakan, sasaran produksi gula yang dicanangkan Kementan pada tiga tahun ke depan (2019/2020) dengan target produktivitas gula sebesar 6 ton/ha diyakini bakal tercapai. Target peningkatan produktivitas gula tersebut bukan tanpa alasan, karena pada tahun 2008 pernah mencapai 6,2 ton/ha.

 

“Bahkan, swasembada gula konsumsi yang ditargetkan tiga tahun ke depan pun bukan tak mungkin tercapai, karena masih ada potensi perluasan lahan tebu baik di Jawa dan di luar Jawa mulai tahun ini.

 

Jadi, kalau target produktivitas gula naik menjadi 6 ton/ha kurun tiga tahun ke depan bukan tak mungkin tercapai,” kata Agus Wahyudi, dalam diskusi bertajuk Mampukah Gula Indonesia Berdaya Saing di Jakarta, beberapa waktu lalu.

 

Menurut Agus, produksi gula saat ini sebesar 2,5 juta ton dengan luas lahan 450 ribu ha. Pada tahun 2019/2020 ditargetkan produksinya bisa meningkat sebesar 3 juta ton dengan luas lahan sebanyak 500 ribu ha. “Ini masalah pragmatis. Produktivitas gula saat ini hanya 5,5 ton/ha. Kalau nantinya 2019/2020 ditargetkan naik sebesar 6 ton/ha diperlukan berbagai terobosan,” papar Agus.

 

Kembalikan Luas Lahan

 

Kementerian Pertanian berencana mengembalikan luas areal tebu rakyat seluas 30 ribu ha. Upaya ini mulai dilakukan di Jawa Timur dengan target seluas 8 ribu ha, Jawa Tengah 3 ribu ha, Sulawesi Selatan 1.500 ha, Lampung 3.500 ha dan kawasannya lainnya sekitar 4 ribu ha.

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066