• Search
  • Menu
Read Detail

Melatih Petani Menjadi Mekanik Alsintan

08:35 WIB | Friday, 09-June-2017

Mekanisasi pertanian yang dicanangkan Kementerian Pertanian (Kementan) selama tiga tahun terakhir terbukti mampu memberi manfaat cukup besar bagi petani. Guna mempermudah aplikasi dan perawatan alsintan, di samping mendapat pelatihan cara pengoperasiannya petani juga diajarkan bidang perbengkelannya.

 

Pekan lalu, salah satu penyedia alat dan mesin pertanian (alsintan), PT Rutan melakukan pelatihan over hole enginering (perbengkelan,red) kepada 36 petani dan petani muda dari 10 provinsi.

 

Petani dan petani muda ini dilatih untuk mengetahui seluk-beluk mesin rice transplanter Indo Jarwo. Pelatihannya mulai dari pengetahuan tentang mesin rice transplanter Indo Jarwo, bagian-bagian atau komponen mesin, cara membongkar, dan cara memasangnya.

 

Setelah dilakukan pelatihan tentang permesinan, sejumlah petani dan petani muda tersebut diharapkan bisa menjadi mitra perusahaan dalam rangka after sales service (pelayanan purna jual). Artinya, setelah mendapat pelatihan tentang permesinan rice transplanter Indo Jarwo, petani bisa memperbaiki apabila ada rice transplanter yang rusak.

 

“Mereka nantinya akan menjadi partner PT Rutan untuk mengembangkan mobile service keliling di desa-desa,” papar Produk Supplier Transplanter Indo Jarwo PT Rutan, Niko Aris Sudianto, di Jakarta, pekan lalu.

 

Sebanyak 36 orang petani dan petani muda yang dilatih tersebut, menurut Niko, berasal dari provinsi penerima bantuan rice transplanter Indo Jarwo dari Kementan. Setiap provinsi dipilih dua atau tiga orang untuk diikutkan dalam pelatihan tentang perbengkelan ini.

 

Pelatihan perbengkelan dilakukan di Balai Besar Mekanisasi Pertanian Serpong selama 10 hari. Sedangkan yang memberi pelatihan adalah teknisi atau ahli mesin dari PT Rutan.

 

Selain pelatihan tentang permesinan, sejumlah petani dan petani muda juga diberi pengetahuan tentang manajemen bisnis jasa alsintan. “Mereka tak hanya dilatih cara mengatasi mesin alsintan yang rusak, tapi juga tentang manajemen pembibitan dan perhitungan jasa tanam. Tentunya, pelatihan praktis ini sangat bermanfaat bagi petani dan petani muda,” jelas Niko.

 

Niko juga menyebutkan, petani yang diberi pelatihan tak hanya dari Jawa, tapi ada juga yang berasal dari Aceh, Palembang, Lampung, Maluku Utara, Sulawesi Selatan, NTB, Kalimantan Barat (Kalbar/ Pontianak), Palangkaraya, Banjarmasin, dan daerah lain. Mereka tampak antusias mengikuti pelatihan.

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066