• Search
  • Menu
Read Detail

Di Pesisir Meranti Padi Semakin Berseri

08:29 WIB | Friday, 09-June-2017

“Di propinsi Riau ini kami menghadapi dua masalah serius dalam pengembangan padi. Di lahan gambut kami berhadapan dengan kandungan besi yang mengancam padi, di lahan pesisir kami dihadang dengan garam (salinitas)’ Kata Parlin H. Sinaga, Peneliti BPTP Riau ketika mengawali penjelasannya soal mengoptimalkan lahan pesisir di Pulau Meranti.

 

Dua rintangan besar itu melalui proses yang panjang kini sudah bisa diatasi. Keberasilan itu ditandai dengan makin berserinya padi di Pulau Meranti yang awalnya dianggap mustahil oleh masyarakat setempat.

 

Parlin lebih jauh bercerita, anomali iklim berdampak buruk terhadap sistem usahatani di Provinsi Riau. Permukaan air laut naik dan mengintrusi lahan-lahan pertanian di pesisir. Lahan yang sebelumnya masih ditanami padi sekali setahun, kini tidak dapat ditanami lagi. Selain itu, musim hujan yang bergeser dan tidak konsisten menyebabkan lahan terlantar di wilayah pesisir bertambah luas.

 

 Wilayah pertanian yang sudah memperoleh pengaruh langsung naiknya permukaan air laut terdapat di Kabupaten Kepulauan Meranti, Bengkalis, Siak, Indragiri Hilir, dan Pelalawan.

 

Lahan pesisir yang ada di beberapa kepulauan itu potensial sebagai lumbung pangan dengan cacatan persoalan salinitas dan tradisi bertani mereka perlu diberi senthan teknologi. Menurut Parlin, dulu produksi padi varietas local yang mereka gunakan tidak lebih dari 2 ton per hektar dengan waktu panen mencapai 7 bulan.

 

Petani padi di Kabupaten Kepulauan Meranti pada umumnya tidak melakukan pengolahan tanah. Persiapan lahan hanya menyemprot gulma dengan herbisida, merebahkannya, lalu menanam bibit padi dengan menggunakan tugal. Dengan cara ini tidak semua lahan dapat menghasilkan tanaman yang baik.

 

Sawah yang ideal harus memiliki permukaan tanah yang datar sehingga mudah diairi. Permukaan sawah di Kepulauan Meranti pada umumnya tidak rata. Oleh karena itu dibuat percontohan pengelolaan lahan yang didahului dengan pembukaan lahan, pembuatan pematang, parit air, pengolahan tanah, dan perataan permukaan tanah dan penggunaan varietas unggul yang tahan salinitas.

 

Teknologi Terkini

 

Melihat kondisi pertanian di daerah pesisir itu, Parlin menjelaskan berbagai teknoloi terkini yanh sesuai dengan daerah pesisir diterapkan. Persemaian padi di lahan pesisir yang salin membutuhkan teknik khusus.

 

Dia mencontohkan pada musim kemarau atau pada saat curah hujan tidak cukup tinggi, tingkat salinitas di saluran air tergolong tinggi sehingga tidak dapat digunakan untuk pengairan. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah menahan air hujan di areal sawah dengan membuat pematang dan saluran air di sekitar persemaian.

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066