• Search
  • Menu
Read Detail

e-paper Tabloid Sinar Tani - Menggenjot Ekspor Pangan dari Perbatasan Kalbar

11:49 WIB | Tuesday, 06-June-2017

e-paper Tabloid Sinar Tani - Menggenjot Ekspor Pangan  dari Perbatasan Kalbar

 

Lahan jagung seluas 1.700 ha dalam satu hamparan mulai berbunga di Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas, Kali­mantan Barat. Tim Pencari Fakta Pertanian Malaysia ikut melihat per­kem­bangan pertanaman jagung rakyat itu yang dibina Penyuluh Pertanian Kecamatan Tebas, Nyoto (53).

 

Malaysia masih mengimpor beras dan jagung. Setiap tahun Malaysia impor 4 juta ton jagung, hampir semuanya impor. Kami sudah melihat langsung ke Vietnam dan Thailand, mereka tidak mau jual. Kami cari alternatif, terutama Indonesia yang dekat dengan Malaysia,” kata Christopher John Biai, Ketua Tim Pencari Fakta dari Departemen Pertanian Malaysia.

Tim dari Departemen Pertanian Malaysia meninjau langsung perkembangan pertanian padi dan jagung di Kalimantan Barat, selama 3 hari, 24 – 26 Mei. Tim ini menyusuri Pontianak melewati beberapa kabupaten perbatasan Kalbar dengan Malaysia dan berakhir di Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalbar.

Di Entikong, Ketua Tim Pengembangan Pangan Perbatasan Kalimantan Barat Fathan A Rasyid memperlihatkan hamparan lahan 50 ha lahan yang sedang ditanami jagung menggunakan teknologi bibit hasil Litbang Kementan. Sehamparan dengan lahan itu terdapat potensi lahan yang sangat luas yang cocok untuk pengembangan jagung di sepanjang perbatasan Malaysia. 

Indonesia berharap Malaysia bisa kerjasama pengembangan pangan di wilayah perbatasan Indonesia atau kerjasama investasi. “Malaysia bisa impor produk pangan yang kita hasilkan di wilayah perbatasan tersebut. Karena ekspor pangan di wilayah perbatasan adalah target kita,” kata Fathan A Rasyid.

Ekspor Padi dan Jagung

Potensi lahan untuk jagung di Kalbar sangat luas. Cukup untuk memenuhi seluruh kebutuhan jagung Malaysia, yakni mencapai 800 ribu ha. Di antaranya di Kabupaten Bengkayang, terdapat potensi 39 ribu ha. Dengan produktivitas 6 ton jagung pipilan per ha saja, Kalbar akan bisa memiliki produksi jagung mencapai 4 juta ton lebih (baca juga Surplus Pangan dari Wilayah Perbatasan).

Saat ini lahan yang sudah ditanami jagung di Kalbar seluas 31.604 ha dengan total produksi 103.915 ton. Produksi jagung Kalbar bisa dinaikkan dengan perluasan lahan dan masukan teknologi maju. Presiden RI Joko Widodo, meminta kepada Menteri Pertanian Amran Sulaiman agar bisa menggenjot produksi pangan di wilayah perbatasan, dengan target untuk ekspor pangan, terutama ke negara tetangganya.

Dr. Haris Syahbuddin Ketua Tim Pengembangan Pangan di seluruh perbatasan Indonesia bentukan Kementan mengatakan ada 5 provinsi dan 10 kabupaten yang ditargetkan bisa menjadi lumbung pangan di wilayah perbatasan pada tahun 2017. “Bila produksi pangannya lebih, targetnya kita ekspor,” tambahnya kepada Sinar Tani.

Untuk membangun lumbung pangan di perbatasan itu, jelas Haris diperlukan dukungan sumberdaya manusia, teknologi, infrastruktur dan kebijakan. “Kita berharap ada kebijakan dari Presiden yang memungkinkan pemerintah pusat membangun infrastruktur yang diperlukan untuk menjadikan wilayah per­batasan menjadi lumbung pangan Indonesia bahkan dunia,” tambah­nya.

Untuk meningkatkan kapasitas SDM, Pusat Penyuluhan Pertanian Kementan dan Dinas Pertanian dan Hortikultura menyelenggarakan berbagai pelatihan teknis pertanian. “Kita berikan pelatihan penggunaan, reparasi dan manajemen bisnis alat dan mesin pertanian. Karena kita rencanakan mekanisasi pertanian dikelola oleh unit bisnis kelembagaan ekonomi petani bisa dalam bentuk koperasi. Dengan manajemen yang efisien maka kita bisa menghasilkan produk yang berdaya saing untuk diekspor,” tambah Fathan. 

Kelembagaan tani untuk manejemen hamparan usahatani padi dan jagung pun dilakukan rekayasa. Kementerian Pertanian menamakan sistem menajemen hamparan 500 ha ini dengan Sistem Kelembagaan Ekonomi Petani (KEP). “Tahap pertama segera kita latih 100 KEP dari daerah sentra pangan di daerah perbatasan yang berorientasi ekpsor. “Pelatihannya kita lakukan di Jakarta,” tambahnya. Targetnya, dalam tiga tahun kedepan akan bisa dilatih 5 ribu KEP. 

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

 

Editor : Pimpinan Redaksi