• Search
  • Menu
Read Detail

BPK: Predikat WTP untuk Kementan

14:14 WIB | Monday, 05-June-2017

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman usai pertemuan dengan BPK

Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) memberikan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) terhadap pemeriksaan laporan keuangan Kementerian Pertanian (Kementan) tahun 2016.

 

Anggota IV BPK, Rizal Djalil mengatakan, proses pencapaian WTP untuk Kementerian Pertanian bukanlah proses yang mudah, tapi melalui kerja keras.  “Para Satuan Kerja (satker) di Kementan ini bekerja bersunggung-sungguh, sehingga wajar mendapatkan WTP,” katanya saat Penyampaian Laporan Hasil Pemeriksaan Atas Laporan Keuangan Kementerian Pertanian Anggaran 2016 di Jakarta,  Senin (5/6).

 

Ada beberapa alasan Kementan mendapatkan WTP. Paling mudah, ungkap Rizal, terlihat dari pencapaian yang didapat Kementan. Mulai dari produksi meningkat, impor berkurang, dan gejolak harga dapat dikendalikan. “Yang perlu dibenahi adalah masalah spekulan. Ini masih banyak didapat di daerah-daerah,” ujarnya.

 

Dengan mendapatkan predikat WTP, mengindikasikan kinerja Kementan sudah sesuai dengan peraturan dan undang-undang yang berlaku. Karena itu Rizal mengingatkan agar predikat tersebut dipertahankan. “Pengawasan tugasnya harus semakin ditingkatkan,” ujarnya.

 

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman mengatakan, Kementan mendapatkan WTP merupakan bentuk kerja keras semua pihak. Produksi beras meningkat, jagung tidak impor, bawang merah melimpah, dan harga terkendali merupakan contoh nyata yang didapat.

 

“Ini satuan kerja (satker) sudah bekerja sangat keras, sehingga kita mampu mendapatkan predikat WTP. Sebelumnya kita selalu mendapatkan predikat WDP (Wajar Dengan Pengecualian),” katanya.

 

Untuk mengawasi dalam penggunaan anggaran, Amran mengatakan, pihaknya telah membentuk dua satgas. Pertama, satgas untuk melakukan tindakan preventif agar tidak terjadi penyelewengan yang didalamnya terdapat KPK. Sedangkan satgas kedua adalah satgas pangan yang telah menemukan 18 kasus dan telah ditangani.

 

“Ini kinerja nyata satgas pangan yang terbaru mengenai bawang putih. Ada 13 perusahaan ekportir (berikut anak perusahannya) rekomendasi impornya dicabut karena telah menyebabkan harga bawang putih tinggi. Makanya sekarang kita telah sepakati bahwa harga bawang putih tidak boleh dijual lebih dari Rp 38 ribu per kg,” tuturnya.

 

Data menyebutkan, selama tahun 2016 Kementan telah meningkatkan bantuan ke masyarakat berupa barang atau uang. Diantaranya bantuan budidaya padi seluas 2,2 juta ha, bantuan budidaya jagung seluas 1,7 ha, bantuan budidaya kedelai seluas 400 ribu ha, perbanyakan benih sumber seluas 468 ha, penguatan Desa Mandiri Benih dengan sasaran 743 unit/desa, bantuan penyaluran alsintan, dan bantuan perluasan sawah seluas 350 ribu ha serta pemetaan desain seluas 213 ribu ha.

 

Selain itu, banyak upaya-upaya yang dilakukan untuk mendapatkan opini WTP. Diantaranya, penyempurnaan regulasi, peningkatan SDM di bidang keuangan, pengembangan aplikasi pendukung laporan keuangan, dan mempercepat penyelesaian atas hasil pemerikasaan BPK tahun sebelumnya. Cla

 

           

 

Editor : Yulianto