• Search
  • Menu
Read Detail

Kasus Penangkapan Kapal Ikan Vietnam Diselesaikan Secara Diplomatik

10:00 WIB | Wednesday, 31-May-2017

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) akan menempuh jalur diplomatik terkait penangkapan lima kapal ikan asing (KIA) berbendera Vietnam di perairan Natuna oleh kapal pengawas (KP) Hiu Macan 001. KKP segera berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

 

Sekjen Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Rifky Effendi Hardijanto menegaskan, dalam insiden tersebut tak ada pertukaran tahanan antara awak 5 kapal ikan berbendera Vietnam dengan awak kapal pengawas (AKP) Macan Hiu 001 bernama Gunawan yang berada di kapal Coast Guard Vietnam. “Saudara Gunawan di Vietnam dalam kondisi baik-baik dan segera dipulangkan,” ujar Rifky.

 

Menteri Kelautan dan Perikanan, menurut Rifky, sudah berjumpa dengan Duta Besar Vietnam untuk Indonesia. Dari hasil pertemuan kedua belah pihak terungkap fakta bahwa dalam insiden tersebut tak ada korban jiwa atau terluka. Disepakati juga insiden tersebut akan diselesaikan melalui jalur diplomatik. “Kita juga berupaya keras mencegah agar insiden ini tidak terulang kembali,” tuturnya.

 

Seperti diketahui, insiden itu bermula dari penangkapan lima kapal ikan berbendera Vietnam oleh Kapal Pengawas Hiu Macan 001 pada hari minggu lalu (21/5). Kapal ikan Vietnam itu kedapatan sedang melakukan penangkapan ikan di wilayah Perairan Natuna.

 

Pada saat bersamaan pihak kapal Coast Guard Vietnam CSB8005 meminta lima kapal ikan Vietnam tersebut dilepaskan. Kemudian, kapal Hiu Macan 001 mendekat ke kapal Coast Guard Vietnam tersebut. “Yang terjadi kemudian sebanyak 44 ABK Vietnam menyeburkan diri dan naik ke kapal Coast Guard Vietnam,” ujar Rifky.

 

Kapal Hiu Macan 001 segera meminta dukungan TNI AL, selanjutnya TNI AL mengirim KRI Pattimura dari Sabang Mawang Ranai ke lokasi kejadian. Namun, ketika KRI Pattimura tiba di lokasi, kapal Coast Guard Vietnam itu sudah tak berada di lokasi.

 

Pada saat itu, kapal Hiu Macan 001 juga meninggalkan lokasi dengan membawa 11 awak kapal Vietnam. Sedangkan coast guard CSB8005 juga meninggalkan lokasi dengan membawa 1 petugas KKP bernama Gunawan dan 44 awak kapal Vietnam.

 

Rifky mengatakan, masing-masing pihak menyampaikan argumentasi kalau perairan itu masuk di wilayahnya. “Namun, berdasarkan UNCLOS 8, secara tegas kami sampaikan kawasan perairan ini teritorial kita. Jadi, mereka juga tak boleh melakukan aktivitas di perairan tersebut,” paparnya. Idt/Ira

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066