• Search
  • Menu
Read Detail

KSA: Metode Pendataan Padi

10:20 WIB | Tuesday, 30-May-2017

Akurasi data pertanaman padi mutlak diperlukan. Data yang akurat digunakan untuk pengambilan kebijakan pangan secara tepat. Kerangka Sampling Area (KSA) merupakan satu metode baru dalam upaya memperbaiki kualitas data pangan.

 

Metode KSA diharapkan sebagai solusi untuk meningkatkan akurasi penghitungan luas padi. Metode ini diujicobakan pertama kali tahun 2015 oleh Badan Pusat Statistik (BPS) bekerjasama dengan BPPT untuk penaksiran luas pertanaman padi. Lokasi uji coba di Kabupaten Indramayu dan Garut. Pada tahun 2017 akan dikembangkan metode KSA di Pulau Jawa dan tahun 2018 di seluruh Indonesia. Road map pengembangan KSA tersaji pada Gambar 1.

 

Selama ini metode untuk mendapatkan data produksi padi yang berlaku nasional adalah hasil dari perkalian dua variabel luas panen dan produktivitas. Metode pengumpulan data luas panen selama ini menggunakan kombinasi beberapa metode yaitu: penghitungan blok pengairan, penggunaan benih dan metode eye estimate atau sering disebut metode pandangan mata.

 

Terdapat metode lain menghitung luas panen yaitu melalui survei yang telah dikembangkan oleh JICA kerjasama Kementerian Pertananian dan BPS melalui kegiatan “The Agricultural Statistical Technology Improvement and Training Project” tahun 1994-2001, namun metode survei JICA sulit diterapkan karena terkendala biaya survei, kelembagaan dan SDM di daerah.

 

Tahun 2017 ini BPS merencanakan survei KSA di lima provinsi Pulau Jawa dengan mengambil 8.213 sampel segmen. Kegiatan awal sudah dimulai yaitu dengan telah dilakukannya pelatihan Instruktur Nasional (INNAS) pada tanggal 8-9 Mei 2017. Sampel segmen yang akan dikunjungi dan disurvei adalah area berbentuk bujur sangkar dengan ukuran 300 m x 300 m dan dibatasi oleh koordinat geografis, memuat ID yang menunjukkan kode provinsi, kode kabupaten/kota, kode kecamatan dan kode perandoman.

 

Lokasi sampel bersifat tetap dan tidak dapat dipindah. Begitu pula penomoran segmen sudah ditentukan berdasarkan algoritma sistem komputer, sehingga tidak bisa diubah oleh petugas lapang. Bentuk ilustrasi segmen survei dapat dilihat pada Gambar 2. Satu segmen terdiri dari 9 sub segmen yang berbentuk bujur sangkar berukuran 100mX100m dengan titik amatan terletak di dalam sub segmen berbentuk bulatan dan merupakan titik tengah (center point). Oleh karena itu dalam satu segmen terdapat 9 titik pengamatan yang akan dikunjungi dalam periode waktu tertentu untuk dicatat fase pertumbuhan tanaman padinya.

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066