• Search
  • Menu
Read Detail

Petani Bawang Keluhkan Kemerosotan Harga

14:08 WIB | Monday, 29-May-2017

Petani dari sentra bawang merah Kabupaten Solok Sumatera Barat mendatangi Menteri Pertanian untuk menyampaikan keluhan perihal kemerosotan harga bawang merah di wilayahnya yang sudah berada di level Rp 11.000 per kg. Menanggapi keluhan ini Menteri Pertanian Amran Sulaiman meminta agar petani langsung berkoordinasi dengan Bulog.

 

 

 

        Didampingi Ketua Komite II DPD-RI , Parlindungan Purba, para petani bawang merah Kabupaten Solok yang diwakili Edward Jamil, diterima Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, Senin (29/05) di ruang kerjanya.

 

            Dalam tiga bulan terakhir ini, menurut Edward Jamil, harga jual bawang merah hasil panen petani  di Kabupaten Solok terus menurun dan kini hanya laku Rp 11.000 per kg.  “Kalau di bawah Rp 15 ribu per kg  jelas kami  menanggung rugi,” tuturnya.

 

         Yang jadi masalah, Bulog hanya membeli bawang tipe jumbo, sementara petani setempat rata-rata memproduksi bawang ukuran sedang. Dimusim tanam terakhir praktis Bulog hanya menyerap 200 ton bawang merah produksi petani, sementara  panen masih berjalan. Luasan areal bawang sudah mencapai 7.500 ha dengan produktivitas 10 ton per ha.

 

       “Komitmen Bulog untuk membeli bawang merah produksi kami di harga Rp 15 ribu kenyataannya tidak dijalankan. Karena itu kami langsung ke Jakarta  untuk mendapatkan solusi yang terbaik,” kata Edward Jamil.

 

          Usai pertemuan, kepada pers Mentan menyatakan , dari sisi produksi melimpahnya produksi bawang merah di Kabupaten Solok tentu menggembirakan karena pihaknya sudah menetapkan Kabupaten Solok nantinya bisa menjadi penyuplai kebutuhan bawang merah di wilayah Sumatera.

 

        Namun yang disayangkan ternyata peningkatan produksi tersebut berimplikasi menurunkan harga jual di tingkat petani. “Sesuai konsensus bersama, jika harga sampai dibawah Rp 15 ribu maka Bulog akan menyerap dengan harga Rp 15 ribu. Jadi saya sudah sarankan petani untuk langsung berkoordinasi dengan pihak Bulog,” tutur Mentan Amran. Ira     

Editor : Pimpinan Redaksi