• Search
  • Menu
Read Detail

Manisnya Usaha Cabai Olahan

11:14 WIB | Wednesday, 24-May-2017

Masyarakat, khususnya kalangan ibu rumah tangga kerap mengeluh ketika harga cabai melonjak. Sementara di sisi lain, petani juga resah saat harga cabai turun drastis menyusul panen raya.

 

Persoalan tersebut kerap muncul tiap tahun. Sebenarnya ada solusi yang bisa mengatasi gejolak harga tersebut. Salah satunya adalah memberikan nilai tambah pada cabai dengan membuat produk olahan. Berikut ini beberapa produk olahan sederhana yang bisa dilakukan petani ataupun ibu rumah tangga.

 

Tak Perlu Repot Buat Abon Cabai

 

Makanan pedas memang selalu menjadi primadona di masyarakat Indonesia. Seperti beberapa tahun kebelakang, abon cabai cukup digandrungi masyarakat. Harga yang murah serta tingkat kepedasannya berlevel-level, menjadikan bisnis abon cabai cukup dilirik masyarakat.

 

“Abon cabai ini memang lagi populer, tapi sayangnya abon cabai yang dijual di pasaran bahan bakunya impor. Kita coba membuatnya bahan baku langsung didapatkan dari dalam negeri,” kata peneliti olahan cabai dari BB Litbang Pascapanen, Sunarmani.

 

Membuat abon cabai ini tidak terlalu sulit. Bahan-bahan yang dibutuhkan adalah cabai rawit merah keriting, cabai rawit, bawang putih, bawang merah, gula pasir, garam, ikan teri, dan penyedap rasa. “Untuk ikan teri dan penyedap rasa, ini tergantung selera. Bisa pakai bisa tidak. Lalu perbandingan bawang, bawang putih lebih banyak dibandingkan bawang merah. Jadi nanti aroma abonnya lebih wangi,” katanya.

 

Yang perlu diperhatikan adalah cabai harus dikeringkan dahulu. Untuk mengeringkan cabai yang pertama kali dilakukan adalah cabai dicuci bersih, lalu dibelah dan buang tangkainya. Khusus cabai rawit, tidak perlu dibelah. Lalu diblansing (merebus dengan air panas/mendidih).

 

Cara melakukan blansing, dengan merendam dalam air panas (merebus) atau dengan uap air (mengukus atau dinamakan juga ‘steam blanching’). Merebus yaitu memasukkan bahan ke dalam panci yang berisi air mendidih.

 

Cabai yang akan diblansing dimasukkan ke dalam keranjang kawat. Lalu, masukkan ke dalam panci dengan suhu blansing (biasanya mencapai 82-83°C) selama 3-5 menit. Kemudian keranjang kawat diangkat dari panci dan cepat-cepat didinginkan dengan air. Setelah itu, taruh di atas nampan dan keringkan (10-15 jam dengan suhu 40-60°C).

 

Setelah cabai kering, digiling dengan menggunakan blender atau food processor. Haluskan bawang putih, bawang merah, gula, garam, dan penyedap rasa. Tumis bumbu dengan menggunakan sedikit minyak. Tambahkan teri yang telah digoreng kering. Setelah harum, masukkan bubuk cabai. Aduk-aduk sampai tercampur rata dan kering. Setelah kering, angkat dan dinginkan. Simpan di dalam wadah atau toples dan tutup rapat. Cla/Yul

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066