• Search
  • Menu
Read Detail

Teknologi Pengawetan Cabai

11:14 WIB | Wednesday, 24-May-2017

Cabai merupakan salah satu komoditas hortikultura yang banyak dibudidayakan oleh petani di Indonesia karena memiliki harga jual yang tinggi  dan memiliki beberapa manfaat kesehatan. Zat capsaicin (8-metil-N-vanilil-6-nonenamida) yang terdapat dalam urat putih cabai diketahui bersifat stomakik yang mampu merangsang produksi hormon endorphin dan juga meningkatkan nafsu makan.

 

Zat capsaicin ini juga berfungsi dalam mengendalikan penyakit kanker. Selain itu cabai juga bersifat antikoagulan, antibiotik alami dan mampu menurunkan kadar kolesterol darah. Kandungan kalsium, fosfor, vitamin C dan betakaroten (provitamin A) diketahui juga sangat tinggi.

 

Secara ekonomis ada berbagai macam cara untuk mendapatkannya baik menanam cabai sendiri ataupun mengawetkan cabai untuk tetap memiliki cabai sepanjang tahun. Seperti dengan cara mengeringkan, mengasinkan, membekukan, ataupun mengawetkan cabai dalam minyak. Masing-masing cara pengawetan akan menghasilkan tekstur yang berbeda, tetapi rasa dan panas cabai akan tetap utuh.

 

Dikarena umur simpan cabai segar yang singkat maka diperlukan teknologi pengolahan cabai yang bertujuan untuk menjaga kontinuitas cabai dan menjaga terjadinya fluktuasi harga di pasaran.

 

Beberapa produk olahan cabai sudah banyak diteliti, diantaranya saos, sambal, pasta, cabai kering dan juga bubuk cabai. Selain olahan tersebut, Kementerian Pertanian menemukan cara pengolahan baru untuk cabai yang mempunyai nilai ekonomis tinggi tetapi sangat sederhana sehingga aplikatif di masyarakat. Salah satunya teknologi minyak cabai dengan proses maserasi.

 

Teknologi ini pada prinsipnya adalah memanfaatkan capsaicin cabai yang bersifat larut dalam minyak (lipophilic). Bahan baku yang diperlukan hanya bubuk cabai dan minyak nabati. Kedua bahan baku tersebut dicampurkan dengan cara diaduk selama lima menit kemudian di maserasi selama 24 jam dengan pengadukan secara berkala, setelah di maseri selama 24 jam kemudian dimasak selama 5 menit dan disaring.

 

Keunggulan dari minyak cabai dengan produk olahan lainnya adalah penerapan teknologi yang sederhana tetapi memiliki harga jual yang tinggi. Selain itu minyak cabai tidak ditambah dengan bahan pengawet serta memiliki kandungan beta karoten yang cukup tinggi.

 

Perlu diketahui juga, mengolah cabai menjadi acar merupakan salah satu cara untuk mengawetkan cabai, dengan memanfaatkan khasiat dari air garam dan cuka sebagai pengawet alami, acar cabai ini mampu memperpanjang umur simpan sampai dua belas bulan. Acar cabai ada yang memiliki rasa sedikit pedas, asam, manis dan segar, mirip dengan acar mentimun hanya saja bahan baku dari acar ini adalah cabai rawit hijau maupun cabai rawit merah.

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

Editor : Pimpinan Redaksi