• Search
  • Menu
Read Detail

Khasiat Teh Mangrove

08:59 WIB | Wednesday, 24-May-2017

Dari berbagai macam olahan mangrove, teh menjadi produk terbaru dari KWT Yapparege ini. Bagaimana tidak, teh biasanya diolah dari daun tanaman teh, tapi masyarakat mimika membuat daun mangrove menjadi minuman penyegar.

 

Masyarakat pesisir, daun mangrove digunakan untuk mengobati rematik, neuralgia dan luka akibat racun panah. Selain itu dipercaya masyarakat dapat menyembuhkan hepatitis, radang hati, kanker hati dan bisul.

 

Daun mangrove yang telah terkumpul dicuci menggunakan air bersih.  Proses selanjutnya adalah memotong daun  menjadi irisan-irisan kecil menggunakan gunting. Setelah itu menjemurnya di terik matahari sampai kering. 

 

Penyajian teh daun mangrove terbilang sangat sederhana. Sejumput irisan daun yang sudah kering diseduh dengan air mendidih. Tunggu hingga daun teh mengendap dan tuang ke dalam gelas. Minum selagi hangat dan sebaiknya tidak perlu ditambah gula. Teh mangrove memiliki rasa khas yaitu sedikit sepat tetapi segar dan beraroma lumpur mangrove.

 

Menurut pengalaman Ketua KWT Yapparege, Kampung Pigapu, Distrik Mimika Timur, Papua, Mama Maria yang sudah pernah mencoba rutin minum teh ini, beberapa keluhan sakit yang dirasakannya semakin berkurang. Teh Mangrove ini  lebih baik dikonsumsi dalam keadaan hangat dan tanpa gula. Selain itu, lanjut Mama, dengan mengonsumsi teh mangrove secara teratur membuat proses buang air besar-nya lancar.

 

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah melakukan uji laboratorium terhadap kandungan kimia alami yang terdapat pada tanaman Acanthus ilicifolius.  Hasilnya, tanaman yang tumbuh melimpah di hutan mangrove ini mengandung zat saponinpolifenolalkaloid dan flavonoid, serta asam amino. Zat kimia alami tersebut berkhasiat sebagai antiradang, peluruh dahak, anti neo-plastik (penghambat tumbuhnya sel-sel neoplasma atau tumor) dan pembersih darah. Gsh/Yul

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066