• Search
  • Menu
Read Detail

Pasca Penataan Perizinan Jumlah Kapal Ikan Meningkat

08:50 WIB | Wednesday, 24-May-2017

Kebijakan Percepatan perizinan yang dikeluarkan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah berdampak signifikan terhadap peningkatan jumlah kapal ikan, yang sebelumnya hanya 3.160 unit meningkat menjadi 4.041 unit. Diharapkan bertambahnya kapal dalam negeri akan berimplikasi pada peningkatan jumlah produksi perikanan tangkap.

 

Data Ditjen Perikanan Tangkap KKP menyebutkan, per Desember 2016 total produksi perikanan tangkap mencapai 6,83 juta ton, dengan nilai Rp125,38 triliun, dari yang sebelumnya 6,52 juta ton, dengan nilai Rp116,31 triliun pada tahun 2015. Nilai tukar nelayan juga meningkat dari 106 poin per Maret 2016 menjadi 110 poin per Maret 2017.

 

Dirjen Perikanan Tangkap KKP, Sjarief Widjaja menyebutkan, berdasarkan data statistik perikanan tangkap tahun 2014, jumlah kapal perikanan di Indonesia sebanyak 625.633 unit. Dari jumlah tersebut sebanyak 620.671 unit berupa kapal ukuran 5-30 GT yang merupakan kewenangan daerah (Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi dan Kabupaten/Kota). Sedangkan 4.964 unit berupa kapal ukuran di atas 30 GT merupakan kewenangan pendaftaran di pusat.

 

Menurut Sjarief, Ditjen Perikanan Tangkap sejak tahun 2016 melakukan percepatan perizinan untuk menambah jumlah kapal di dalam negeri. Pasalnya, bertambahnya kapal dalam negeri berdampak pada meningkatnya jumlah produksi perikanan tangkap.

 

Sampai saat ini KKP terus melakukan upaya agar proses perizinan berjalan cepat, mudah, transparan dan terkendali, di antaranya melalui Implementasi pelayanan terpadu satu pintu (PTSP), pelayanan informasi perizinan usaha perikanan tangkap melalui laman: www.perizinan.kkp.go.id dan e-Service. Bahkan, pada tahun 2016 Ditjen Perikanan Tangkap telah membuka gerai perizinan di 32 lokasi. Sedangkan pada tahun 2017 akan dibuka di 30 lokasi.

 

“Hasil pelaksanaan gerai pada tahun 2016 di 32 lokasi tersebut mencapai PNBP sebesar Rp86 miliar, menerbitkan 1.153 SIUP, 1.007 SIPI, dan 44 SIKPI, serta 1.019 BKP,” ujarnya.

 

Buka Gerai Perizinan

 

Sjarief juga mengatakan, sampai 11 April 2017, Ditjen Perikanan Tangkap telah membuka gerai perizinan di 11 lokasi yang menerbitkan 539 SIUP, 375 SIPI dan 4 SIKPI dengan total Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Rp 35 miliar. “Minggu ini juga tengah berlangsung gerai perizinan di Palembang, Sumatera Selatan,” ujar Sjarief.

 

Pelaksanaan gerai perizinan tersebut mengusung Konsep “one stop solution” di mana KKP, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) secara on the spot duduk bersama dalam penerbitan izin di lokasi gerai. KKP akan mempersingkat proses perizinan kapal perikanan yang awalnya memakan waktu 20 hari menjadi 5 hari kerja.

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066