• Search
  • Menu
Read Detail

Kementan Rangkul Pertani Siapkan Benih Bawang Putih

09:05 WIB | Tuesday, 23-May-2017

Upaya menggenjot produksi bawang putih di dalam negeri tak lepas dari ketersediaan benih. Nah, untuk penyediaan benih, Kementerian Pertanian melalui Ditjen Horitkultura merangkul perusahaan pelat merah, PT. Pertani.

 

Nota kesepahaman ditandatangani di Jakarta, Jumat (19/5) antara Dirjen Hortikultura, Spudnik Sudjono dan Direktur Utama PT. Pertani, Wahyu. Dalam kerjasama tersebut, BUMN benih itu nantinya akan menyerap benih bawang putih dari enam petani bawang putih di daerah sentra yang tergabung dalam Petani Champion.

 

“Untuk mengembangkan bawang putih lokal, PT Pertani akan menyerap langsung dari Petani Champion tersebut. Masalah harga dan pasokannya berapa, itu berdasarakan perhitungan PT Pertani dan Petani Champion tersebut. Ini terbuka untuk siapa saja. PT. SHS kalau berminat pun silahkan,” kata Spudnik usai teken Nota Kesepahaman.

 

Spudnik mengatakan, sesuai Permentan No.16/2017 mengenai Rekomendasi Impor Produk Hortikultura, salah satu isinya mewajibkan importir bawang putih menanam 5% bawang putih dari kuota impor yang diberikan. “Jadi nanti importir bawang putih tidak kesulitan mengembangkan bawang putih di dalam negeri. Kita sudah menyiapkan benihnya yang dari PT Pertani atau perusahaan pengembangan benih bawang putih lainnya,” katanya.

 

Keenam petani yang menjadi pemasok benih bawang putih adalah Kelompok Tani Bawang Putih (Bandung, Jawa Barat), Kelompok Tani Titian Batu Nagari Salayo Tanang Bukik Sileh (Solok, Sumatera Barat), Kelompok Tani Al Fata (Temanggung, Jawa Tengah), Kelompok Tani Taruna Tani Maju (Karanganyar, Sumatera Barat), Kelompoktani Tani Sosipi (Bima, NTB), dan Kelompok Tani Penangkar Benih Sembalun 441 (Lombok Timur, NTB).

 

Direktur PT Pertani, Wahyu mengatakan, sebenarnya sudah ada tanaman bawang putih di beberapa sentra. Untuk itu pihaknya akan mengintensifkan untuk dijadikan benih. Lalu arealnya ditingkatkan dengan pengawalan Ditjen Hortikultura dan Badan Litbang Pertanian.

 

“Kita ini sebenarnya bisa tanam bawang putih. Karena tergerus impor, lama-kelamaan bawang putih kita menjadi langka. Agar tidak punah, makanya kita mencoba untuk mengintensifkan sentra bawang putih yang telah ada,” kata Wahyu.

 

Areal yang disepakati antara PT Pertani dengan Petani Champion untuk tahap pertama seluas 1.365 ha. Dengan pembagiannya Bandung 50 ha, Solok 50 ha, Temanggung 500 ha, Karanganyar 50 ha, Bima 515 ha, dan Lombok Timur 200 ha. Kalkulasinya, jika satu kali panen 5 ton/ha, maka hampir 7 ribu ton dalam 1 kali tanam. Cla/Yul

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

Editor : Pimpinan Redaksi