• Search
  • Menu
Read Detail

Antisipasi Naiknya Serapan, Bulog Tingkatkan Kapasitas Gudang

14:47 WIB | Monday, 22-May-2017

Perum Bulog Divisi Regional Jawa Tengah menambah kapasitas gudang untuk mengantisipasi peningkatan pengadaan beras tahun ini. Setidaknya ada lima unit gudang baru yang dibangun dengan total kapasitas sebanyak 8.000 ton.

 

"Saat ini kita genjot serapan. Salah satunya menambah kapasitas pengadaan dengan membangun lima unit gudang dengan kapasitas 8.000 ton," kata Kepala Divre Bulog Jawa Tengah, Djoni Nur Ashari kepada Forum Wartawan Bulog di Semarang, Senin (21/5).

 

Saat ini divre Bulog Jateng mengelola 44 gudang dengan kapasitas 431.000 ton, 22 unit pengolahan gabah beras (UPGB), 13 unit drying center, dan lima mesin panen. Dalam penyerapan gabah petabi, Bulog Jateng bermitra dengan 363 perusahaan penggilingan padi. Bulog juga memiliki 18 unit satuan tugas pengadaan gabah.

 

Joni mengatakan, lima unit gudang tersebut berlokasi di Purwonegoro (wilayah sub divre Banyumas) dengan kapasitas 1.000 ton, Harjosari (Bawean, Semarang) kapasitas 500 ton, Tekukan (Sukoharjo) 3.500 ton, Gedong (Wonogiri) 2.000 ton, dan Banaran (Klaten) 1.000 ton.

"Dengan menambah kapasitas gudang sebagai bentuk komitmen Bulog menyerap sebanyak-banyaknya hasil panen petani," tegasnya. Bahkan lanjut Joni, pihaknya menyewa gudang swasta sebanyak 30 unit untuk menambah kapasitas penyimpanan gabah/beras Bulog.

 

Stok beras Bulog saat ini sebanyak 270 ribu ton. Jumlah itu cukup aman untuk penyaluran beras masyarakat sejahtera (rastra) selama 7-8 bulan ke depan. Joni mengakui, kondisi pengadaan tahun ini berbeda dengan tahun lalu. Untuk tahun ini panen lebih cepat yakni Februari-Maret. Sedangkan tahun lalu panen terjadi pada April. Karena itu pengadaan gabah beras periode April tahun ini hanya setengah dari tahun lalu yakni hanya 420 ribu ton.

 

"Mei ini memang belum ada panen, karena baru tanam Maret. Kalau masih ada panen harga pun jauh di atas harga pembelian pemerintah mencapai Rp 4.000/kg. Saya perkirakan akan panen Juni-Juli," ujarnya.

 

Divre Jateng menargetkan volume pengadaan tahun ini sebanyak 602 ribu ton setara beras. Hingga 21 Mei sudah sebanyak 188 ribu ton atau 32 % dari target. Namun Djoni berharap volume pengadaan akan meningkat pada Juni mendatang menyusul akan terjadi panen raya musim tanam kedua.

 

"Saya optimis Juni-Juli akan ada panen raya yang tanam Februari-Maret," katanya. Dengan adanya panen raya, Djoni juga berharap, bisa memperoleh pengadaan gabah/beras lebih banyak lagi pada Juni-Juli mendatang, bahkan lebih dari periode yang sama tahun lalu.

 

Sementara itu pemilik U.D Hasil Padi, Sutiyo mengatakan, sebagai mitra Bulog setiap hari memasok 4.500 ton. Saat ini (Mei) diakui, panen padi dibeberapa wilayah mulai berkurang. Hal ini terlihat dari harga gabah kering panen yang sudah mencapai Rp 4.400/kg. Berbeda dengan Februari saat panen raya yang hanya Rp 3.200/kg.

 

"Panen musim tanam kedua tahun ini tidak bersamaan seperti saat musim tanam pertama," katanya. Yul

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

 

Editor : Pimpinan Redaksi