• Search
  • Menu
Read Detail

Gejolak Harga Bawang Putih

11:08 WIB | Monday, 22-May-2017

Seperti terkena penyakit menular, harga bawang putih dalam beberapa minggu terakhir juga ikut bergejolak seperti juga terjadi pada harga kedelai, daging sapi, dan lainnya. Pergerakan harga bawang putih cenderung liar bahkan di beberapa tempat telah menembus harga Rp 85.000/kilogram, padahal biasanya hanya sekitar Rp 35.000/kilogram.

 

Untungnya pemerintah segera bertindak cepat dengan menggelar operasi pasar dan membongkar jaringan spekulan penimbun bawang putih. Harga saat ini cenderung stabil meskipun masih di atas harga normal.

 

Fenomena gejolak harga bawang putih sebenarnya sudah bisa diduga sebagaimana selalu terjadi pada beberapa komoditas pangan lainnya. Sumber masalahnya adalah keterbatasan produksi bawang putih dalam negeri, yang kemudian diikuti dengan permainan kotor para importir dan pedagang bawang putih impor.

 

Dengan konsumsi  rata-rata 1,6 kilogram perkapita/tahun maka kebutuhan bawang putih nasional sekitar 500.000 ton/tahun, sementara produksi nasional baru bisa mencukupi sekitar 4-5 persen. Artinya, 95-96 persen kebutuhan bawang putih harus dipenuhi dari bawang impor. Sumber utama pasokan bawang putih impor selama ini dari China.

 

Karena sumber masalahnya ada pada keterbatasan pasokan maka seharusnya solusi permanen dari masalah ini adalah segera meningkatkan produksi bawang putih nasional. Jalan pintas yang selama diambil untuk mengendalikan harga dengan operasi pasar dan larangan distributor agar tidak mempermainkan harga hanyalah solusi sesaat yang berresiko ‘meledak’.

 

Tidak mungkin pemerintah mampu mengendalikan harga terus menerus dengan cara mengendalikan kemauan para pedagang. Resiko terjadi gejolak akan semakin besar karena lonjakan harga bisa terjadi sejak dari China sebagai produsen utama bawang putih.

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066