• Search
  • Menu
Read Detail

Menanam Bawang Merah di Luar Musim pada Lahan Pasir

10:17 WIB | Monday, 22-May-2017

Petani di kawasan pesisir selatan Yogyakarta secara intensif telah mengembangkan bawang merah di luar musim (off season). Produktivitas bawang merah di lahan pasir ini mampu mencapai 20-23 ton bawang merah/ha.

 

Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan Provinsi dengan luas wilayah yang kecil dibanding provinsi lain di Indonesia yaitu 3.185,85 km2, terdiri dari 4 kabupaten yaitu Kabupaten Sleman, Gunung Kidul, Bantul, Kulon Progo dan 1 Kota Yogyakarta. Terletak pada ketinggian 0 – 2.911 meter dari permukaan laut, yang berdasarkan satuan fisiografis, terdiri dari pegunungan dan dataran rendah, dengan curah hujan rata-rata 0,2–440,1 mm yang dipengaruhi oleh musim hujan dan musim kemarau. 

 

Pengembangan agribisnis tanaman khusunya komoditas sayuran di lahan pasir memang belum populer. Karena lahan pasir banyak beragam kendala siap menghadang petani dari. Hembusan angin laut yang mengandung kadar garam tinggi, yang dapat merobohkan tanaman, juga mematikan tanaman akibat konsentrasi garam berlebih. Lahan pasir juga mempunyai kandungan bahan organik dan hara sangat rendah sehingga berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman. Pelindian atau pencucian hara yang tinggi membuat pemupukan kerap tak efektif. Sebagai contoh pengembangan agribisnis bawang merah diluar musim (offseason) para petani di lahan pasir pesisir yang mengikuti program pertanian diprovinsi Yogyakarta.

 

Program pembangunan pertanian Provinsi daerah Istimewa Yogyakarta dalam rangka pemanfaatan lahan pasir pesisir bertujuan untuk mewujudkan pertanian tangguh yang dapat mendukung industri yang kuat dan maju serta pola pembinaan komoditas pertanian yang berorientasi agribisnis. Provinsi Yogyakarta diperkirakan mempunyai lahan pasir kurang lebih total lahan seluas 2.938 hektar, baru 60-70 persen yang dibudidayakan secara intensif, sehingga masih ada lahan-lahan yang belum dimanfaatkan secara optimal. Karena itu, pihaknya melakukan upaya pengembangan untuk mengoptimalkan agar lahan bisa 100 persen dimanfaatkan

 

Lahan pasir merupakan lahan yang sarang (Porous) di mana lahan pasir itu gersang, kering, dan tak memungkinkan untuk dikembangkan tanamanan hortikultura khususnya bawang merah. Namun hal tersebut tidak untuk para petani di Dusun Ngepet, Desa Srigading, Kecamatan Sanden, Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Para petani mampu mensiasati lahan pasir di mana wilayah tersebut yang lahan pasirnya seluas sekitar 186 hektar sudah berubah menjadi hijau oleh tetumbuhan. Tanaman tersebut adalah bawang merah, cabai, dan tanaman hortikultura lainnya.

 

Para petani wilayah tersebut memulai senang menggelutti agribisnis bawang merah secara intensif di luar musim (off season) sudah sejak tahun 1998. Mengapa petani menyukai mengembangkan agribisnis bawang merah, karena tanaman bawang merah itu dipandang berpotensi dan berumur pendek mulai tanam hingga panen berusia antara 55 sampai 60 hari. Berbagai kendala dan pengalamannya petani di wilayah tersebut sejak tahun 2003 sudah mulai kelihatan hasilnya, tanaman bawang merah varietas Tiron Bantul yang diusahakan satu hektar lahan pasir mampu memanen 20 ton bawang merah dan yang sebelumnya hanya berkisar 9 – 10 ton/ha. Luar biasa, karena dulu para petani tidak membayangkan bisa panen sebanyak itu.

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066