• Search
  • Menu
Read Detail

Satgas Pangan Gerebek Penimbun Bawang Putih

16:37 WIB | Wednesday, 17-May-2017

Mentan, Amran Sulaiman memberikan keterangan pers saat sidak ke Pasar Induk Kramat Jati

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman bersama Wakapolri, Komjen Syafruddin R. menggerebek satu perusahaan yang menimbun bawang putih sebanyak 182 ton.  Akibat aksi penimbunan bawang putih inilah diduga kuat menjadi pemicu kenaikan harga bawang putih di masyarakat menjelang Ramadhan tahun ini.  

 

“Minggu lalu, kami bersama Satgas Pangan turun ke lapangan. Harga bawang putih naik hingga Rp 45 ribu/kg,” kata Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman saat Sidak di Pasar Induk Kramat Jati, Rabu (17/5).

 

Dengan adanya kenaikan tersebut, ungkap Amran, pihaknya bersama Satgas Pangan dari Polri bergerak cepat mencari informasi penyebabnya. Setelah diketahui ada penimbunan, pemerintah melakukan penggerebekan Rabu pagi (subuh).  “Setelah penggerebekan harga bawang putih langsung turun 44% menjadi Rp 25 ribu/kg, " kata Amran.

 

Amran mengatakan, aparat kepolisian akan menindak tegas perusahaan yang melakukan penimbunan. Salah satu yang dilakukan adalah mencabut izin usaha perusahaan tersebut. “Sampai saat ini aparat kepolisian sedang melakukan investigasi di lapangan terhadap perusahaan yang melakukan penimbunan tersebut,” katanya.

 

Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri, Brigjen Pol Agung Setya mengungkapkan, gudang tersebut diketahui milik dari PT. TPI. Bawang putih tersebut diimpor dua perusahaan yaitu PT NBM dan PT LBU sejak April 2017.

 

Berdasarkan penyelidikan, bawang putih tersebut diduga diselundupkan dari China dan India. Dugaan penyidik, alasan pelaku melakukan penimbunan adalah untuk dikeluarkan saat harga tinggi.

 

Setidaknya ada tiga pelaku yang ditangkap yang merupakan pemilik gudang, pemilik barang dan supir truk. Pelaku diduga kuat melanggar Pasal 106 juncto 24 ayat 1 UU Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan dan Pasal 31 UU Nomor 16 Tahun 1992 tentang karantina hewan, ikan dan tumbuhan.

 

Kesepakatan Importir

 

Amran menilai, aksi penimbunan bawang putih di Marunda, Cilincing, Jakarta Utara sangat merugikan masyarakat, karena berdampak langsung terhadap fluktuasi harga bawang putih menjelang Ramadhan. “Kita bersama importir (42 perusahaan) sepakat tak boleh menjual bawang putih dengan harga di atas Rp 38 ribu/kg. Kesepakatan ini sudah kita bicarakan di kantor Kementerian Perdagangan,” katanya.

 

Lantaran semua importir sudah menyetujui kesepakatan tersebut, Amran mengatakan, perusahaan yang melanggar kesepakatan tersebut ijin impornya akan dicabut. “Perusahaan atau importir juga sepakat akan mengirim bawang putih tiap hari sebanyak 2 kontainer,” ujarnya.

 

Amran menilai, dengan kesepakatan tersebut, tak ada alasan harga bawang putih bergejolak. Untuk mengamankan kebutuhan bawang putih, pemerintah akan menggelontorkan sekitar 9.000 ton bawang putih hingga awal Ramadhan.  Soal harga dari pedagang besar atau importir dipatok Rp 25 ribu/kg.  Bawang putih tersebut setelah di pasar harga maksimalnya Rp 30 ribu/kg.Gsh/Idt

 

Editor : Yulianto