• Search
  • Menu
Read Detail

Embung Solusi Penyimpanan Air Sepanjang Musim

19:01 WIB | Tuesday, 16-May-2017

Tahun ini, pembuatan embung menjadi prioritas untuk dibangun di setiap desa. Embung menjadi solusi penyimpanan air sepanjang musim dan bisa dipakai untuk segala keperluan masyarakat.

 

Perhatian negara akan pentingnya air diungkapkan Presiden Joko Widodo pada saat membuka Pekan Nasional (PENAS) XV Petani Nelayan di Stadion Harapan Bangsa, Gampong Lhong Raya, Banda Aceh, Provinsi Aceh. “Pertanian itu kuncinya di air, kalau airnya enggak ada darimana kita mau menanam?” ujar orang nomor satu di Indonesia.

 

Presiden Jokowi memastikan infrastruktur pertanian mulai waduk, embung, hingga irigasi sekunder dan tersier akan dibangun berkelanjutan untuk menjamin ketersediaan air yang memadai untuk pertanian. Untuk itu saat ini pemerintahan Jokowi tengah membangun 49 waduk besar baru.

 

Sependapat dengan Presiden RI, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman mengatakan, pembangunan embung sudah menjadi program prioritas Kementerian Pertanian bersama Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi hingga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

 

“Infrastruktur ini dibangun untuk mensejahterakan petani Indonesia. Biasanya tanam satu kali (karena terkendala air) bisa menjadi tiga kali dalam setahun, sehingga pendapatannya bisa naik menjadi 300%,” ungkapnya.

 

Solusi Masa Depan

 

Guru Besar Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan, Institut Pertanian Bogor, Budi Indra menuturkan, embung bisa menjadi solusi penyimpanan air sepanjang musim. Saat musim hujan, embung bisa menyimpan air dan kemudian dipergunakan saat musim kemarau.

 

Kondisi cuaca yang seringkali berubah membutuhkan metode penyimpanan air yang terbaik. Apalagi setelah dilanda kekeringan panjang tahun 2015 (El-Nino), sejak awal 2016 dan berlanjut sampai saat ini, beberapa wilayah di Indonesia mengalami kebanjiran (La-Nina) yang sulit diprediksi kapan berakhirnya.

 

“Jika kebanjiran di perkotaan pada umumnya terjadi relatif lebih singkat dan surut saat hujan berhenti, kebanjiran dan genangan air di lahan pertanian berlangsung lama dan lebih sulit ditanggulangi,” tuturnya.

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066