• Search
  • Menu
Read Detail

RI 1 Minta Irigasi dan Waduk Diperhatikan Serius

18:52 WIB | Tuesday, 16-May-2017

Guna mempercepat pencapaian kedaulatan pangan dan kesejahteraan petani, Presiden RI, Joko Widodo meminta agar memperhatikan secara serius dan detail infrastruktur pertanian, terutama saluran irigasi dan waduk yang 52% yang tidak pernah diperbaiki. 

 

“Kalau itu diselesaikan dan air bisa mengalir ke sawah-sawah maka akan meningkatkan produk pertanian secara drastis. Demikian juga embung, tampungan air  sangat penting sekali terutama di musim kemarau,” kata Jokowi saat membuka Pekan Nasional (Penas) XV Petani dan Nelayan di  Stadion Harapan Bangsa Lhong Raya, Aceh, beberapa waktu lalu.

 

Menurut Jokowi, tahun ini pemerintah manargetkan bisa membangun 30 ribu embung, baik kecil, sedang, maupun yang agak besar. Karena itu, untuk mempercepat pembangunan embung perlu kerjasama tiga kementerian (Kementan, Kemen DesPDTT dan Kemen PUPR).

 

Selain kesiapan irigasi, perlu juga diperhatikan hal yang berkaitan dengan pasca panen dan infrastruktur pemasaran. Selain itu juga membangun logistic platform dan retail platform berbasis IT agar ada efisiensi dan mata rantai pemasaran bisa diperpendek, sehingga akan meningkatkan harga di tingkat petani. “Itulah kondisi-kondisi dan tantangan-tantangan yang kita hadapi,” ujarnya.

 

Jokowi mengakui, pembangunan sektor pertanian merupakan pintu masuk mengatasi masalah kemiskinan dan menekan ketimpangan. Baik ketimpangan wilayah maupun kesenjangan antara yang kaya dan miskin. Artinya, sektor pertanian ini harus dikembangkan untuk mencapai kesejahteraan bersama.

 

“Kita juga sadar bahwa tantangan-tantangan yang ada ini juga tidak mudah. Hasil-hasil yang sudah dicapai Kementerian Pertanian selama dua tahun menuju kedaulatan pangan dan kesejahteraan petani, menunjukkan peningkatan yang signifikan,” katanya.

 

Sementara itu Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian, Kementerian Pertanian, Pending Dadih Permana mengatakan, untuk pembuatan waduk, embung dan jaringan irigasi, pihaknya berkoordinasi intensif dengan pihak terkait. Termasuk Dirjen Sumber Daya Air, Kementerian PU dan Perumahaan Rakyat untuk lokasi-lokasi yang membutuhkan.

 

Dia mengakui, tidak semua memenuhi persyaratan. Syaratnya adalah sumber air. Jadi jika tidak ada sumber air, maka syaratnya curah hujan yang cukup. Jika tidak juga (curah hujan), terakhir adalah tadah hujan. Intinya, semua sumber daya air yang ada bisa dikelola. “Untuk fasilitas dari pemerintah pusat sudah lengkap, kuncinya adalah teman-teman di dinas dan penyuluh yang mengawal,” katanya.

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066