• Search
  • Menu
Read Detail

Menambang Uang dan Menimba Teknologi dari Smart Phone

06:26 WIB | Wednesday, 10-May-2017

Bayu Mulyana didepan peserta pelatihan jaringan informasi agribisnis pada Penas XV Petani Nelayan Aceh 2017

Cukup dengan mengetikkan beberapa kata, para peserta Penas XV Petani Nelayan Aceh 2017 dapat menjelajah   dunia informasi dan teknologi pertanian terkini  ke seluruh penjuru dunia.

 

 

 

“Kami ingin menyadarkan dan menunjukkan kepada para petani dan nelayan bahwa handphone atau samartphone yang mereka miliki bisa digunakan untuk mendapatkan informasi dan teknologi, bahkan bisa memasarkan produk pertanian,” kata Bayu Mulyana panitia pusat  untuk Pelatihan Jaringan Informasi Agribisnis Penas XV Petani Nelayan Aceh 2017 kepada Sinar Tani di SMKN 3 Kota Banda Aceh (7/5).

 

Bayu yang juga Kepala Bidang Pengembangan Sistem Informasi Pusat Data Informasi Pertanian Kementerian Pertanian menjelaskan Pelatihan Jaringan Informasi Agribisnis   sampai siang kemarin sudah melatih  120 orang orang peserta atau 3 kelas. Per kelas bisa menampung peserta 40 peserta dengan memanfaatkan computer yang dimiliki laboratorium computer milik SMKN 3 Kota Banda Aceh.

 

Setiap kelas mendapatkan waktu pelatihan selama 4 jam. “Waktu 4 jam itu sebetulnya kurang, disini kita lebih memperkenalkan dan membangkitkan pemahaman para petani dan nelayan bahwa mereka bisa memanfaatkan handphonenya untuk mendapatkan teknologi dan menjual produknya.”  

 

Sampai penutupan Penas XV, Panitia mentargetkan bisa menyelenggarakan 9 kelas. Mereka dilatih membuat e-mail, menggunakan internet untuk mencari informasi teknologi dan memperkuat pemasaran produk pertanian yang dihasilkanya dengan memanfaatkan aplikasi playstore  berbasis android. 

 

Pada umumnya, lanjut Bayu, para petani nelayan sudah kenal dengan aplikasi jual beli online seperti OLX, tokopedia dan banyak aplikasinya lainnya. “Mereka kita perkenalkan dengan aplikasi jual beli online lebih mendalam dan kita tunjukkan aplikasi-aplikasi teknologi dan jual beli pertanian,” tambahnya. Mereka tinggal memilih yang cocok.

 

Yang boleh ikut menjadi peserta dalam pelatihan ini adalah mereka yang menjadi petani, pengusaha pertanian dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL). “Yang kami prioritaskan adalah petani,” tambahnya. Umur mereka antara 40-50 tahun, ada juga yang relatif masih muda, juga yang sudah tua.

 

Para peserta umumnya  sudah memakai smartphone. Namun ada juga yang masih pakai Handphone biasa. “Kami tetap mempersilahkan. Mereka  yang belum punya smartphone, kita harapkan setelah sampai di rumahnya bisa minta dibantu putranya,” tambah Bayu. 

 

Mirwan, petani Kelapa Sawit yang memiliki kebun sawit seluas 2 Ha dari Musirawas Utara, Sumatera Selatan mengatakan pelatihan ini bermanfaat sekali. “Saya bisa membuat email, dan menjual atau memasarkan produk pertanian secara online. Juga bisa mencari teknologi pertanian di media digital. Baik dalam bentuk tulisan, gambar, photo maupun video,” jelasnya.

 

 

 

Beragam Aplikasi

 

Berbagai aplikasi pertanian yang berbasis smartphone (HP pintar) bermunculan. Paling banyak adalah aplikasi informasi, aplikasi teknologi dan aplikasi jual-beli online. Aplikasi tersebut disamping  makin canggih juga makin terjangkau harganya karena biaya paket data internet makin murah dan terjangkau untuk kantong petani dan nelayan.

 

 Aplikasi-aplikasi muncul baik dari pemerintah maupun dari perusahaan swasta.  Kementerian Pertanian misalnya mengeluarkan aplikasi kalender tanam (KATAM) terpadu. Kalender tanam digitak yang bisa diakses melaui internet ini bisa memudahkan petani menyesuaikan waktu dan pola tanam tanaman pangan serta memilih teknologi budidaya yang paling tepat oleh petani.

 

 Kementerian Pertanian melalui Pusat Penyuluhan Pertanian juga membuat portal penyuluhan digital Cyber Extension dengan alamat www.cybex.pertanian.go.id. Cyber Extension  dapat dimanfaatkan untuk kegiatan pelayanan data serta penyampaian materi dan informasi pertanian khususnya dalam membantu memperlancar dan mempermudah fasilitasi kepada pelaku penyuluhan terutama para penyuluh pertanian lapangan, baik penyuluh pertanian PNS, Swasta, maupun Swadaya.

 

Dari kalangan swasta, Tabloid Sinar Tani, juga membuat portal berita digital informasi dan teknologi pertanian terkini dengan alamat www.tabloidsinartani.com. “Bahkan Tabloid Sinar Tani sudah membangun aplikasi informasi dan teknologi pertanian berbasis android yang bisa diunduh dari playstore secara gratis yang tersedia dalam smart phone milik petani nelayan,” kata Pemimpin Redaksi Tabloid Sinar Tani Ahmad Soim.

 

 Portal dan aplikasi android Tabloid Sinar Tani dikelola terintegrasi dengan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak. “Informasi dan teknologi terkini yang disajikan Tabloid Sinar Tani Cetak, Portal maupun Aplikasi hadir untuk saling melengkapi, memberikan pelayanan yang lebih cepat dan lebih lengkap. Terutama untuk petani-petani yang tinggal di daerah yang sudah memiliki infrastruktur internet yang menunjang,” tambahnya.

 

Meskipun demikian, informasi berita dan teknologi pertanian yang dikemas dalam bentuk cetakan masih jauh lebih menarik dan praktis, karena disainnya yang lebih menarik, lebih praktis digunakan, dibaca dan disimpan. Tidak tergantung pada energi listrik dan tidak memerlukan biaya rutin. “Bahkan suatu saat edisi cetak informasi dan teknologi pertanian akan membuat orang yang menggunakannya lebih bergengsi dibanding pengguna digital,” tambahnya lagi. Som  

Editor : Pimpinan Redaksi