• Search
  • Menu
Read Detail

6,2 Juta Ton Pupuk Subsidi untuk Petani

16:21 WIB | Monday, 08-May-2017

Bagi petani, pupuk menjadi salah satu sarana produksi yang sangat diperlukan untuk mendukung pertumbuhan tanaman. Karena itu ketergantungan petani terhadap pupuk sangat tinggi. Sebagai salah satu jalan keluarnya, pemerintah membantu petani dengan memberikan subsidi pupuk.

 

Guna memenuhi kebutuhan pupuk bersubsidi di tingkat petani, Pemerintah menugaskan perusahaan holding pupuk, PT Pupuk Indonesia yang memiliki lima anak perusahaan. Soal berapa jumlahnya sesuai dengan yang diajukan pemerintah berdasarkan data dari daerah.

 

“Kami akan sesuaikan dengan permintaan yang diajukan kelompok tani dalam RDKK (rencana definitif kebutuhan kelompok),” ujar Direktur Teknologi PT Pupuk Indonesia, Johan Safri, saat Rembug Utama Petani Nelayan pada Penas XV Petani Nelayan di Aceh, belum lama ini.

 

Johan Safri mencatat, kebutuhan pupuk bersubsidi tahun 2017 yang diusulkan petani dalam rencana definitif kebutuhan kelompok (RDKK) untuk jenis pupuk urea masih menempati porsi yang paling banyak. Dari lima jenis pupuk bersubsidi ini, kebutuhan pupuk urea untuk petani tercatat sebanyak 6.251.044 ton. Kemudian untuk jenis pupuk NPK sebanyak 5.162.859 ton. Sedangkan untuk jenis pupuk SP-36 sebanyak 2.374.521, ZA sebanyak 2.302.348 ton, dan jenis pupuk organik sebanyak 5.522.328 ton.

 

Johan mengatakan, sebagai mitra pemerintah, pihaknya sudah menyiapkan pupuk bersubsidi untuk petani melalui lima anak perusahaannya seperti PT Pusri Palembang, PT Petrokimia Gresik, PT Pupuk Kujang, PT Pupuk Kalimantan Timur, dan PT Pupuk Iskandar Muda. “Setiap anak perusahaan PT Pupuk Indonesia sudah kami beri tugas sesuai porsi dan tanggungjawab masing-masing perusahaan,” kata Johan.

 

Menurutnya, usulan kebutuhan pupuk bersubsidi yang disampaikan kelompok tani memang cukup banyak. Namun, alokasi pupuk bersubsidi tahun 2017 sesuai Permentan No.04/2017 untuk jenis pupuk urea hanya sebanyak 4.100.000 ton, SP-36 sebanyak 850.000 ton, ZA sebanyak 1.050.000 ton, NPK sebanyak 2.550.000 dan organik sebanyak 1.000.000 ton.

 

Sedangkan realisasi penyaluran pupuk yang dilakukan PT Pupuk Indonesia per 21 April 2017 dari total alokasi sebanyak 3.216.856 ton, sampai 21 per April 2017 baru mencapai 2.810.218 (87%). Dari lima jenis pupuk bersubsidi itu, yang realisasinya paling banyak hanya pupuk urea dari alokasi 1.308.221 ton, per 21 April sudah terealisasi sebanyak 1.246.456 ton atau 95%. “Tahun lalu, dari alokasi sebanyak 9.550.000 ton, hingga akhir tahun 2016 terealisasi sebanyak 9.196.572 ton atau sebanyak 96%,” kata Johan.

 

Johan berharap pada tahun 2017 dari alokasi pupuk subsidi ke petani bisa terealisasi 100%. “Kita tetap optimis bisa merealisasikan penyaluran pupuk sesuai target karena kita punya prinsip 6 tepat penyaluran pupuk bersubsidi, tepat jenis, jumlah, harga, tempat, waktu dan mutu,” katanya.

 

PT Pupuk Indonesia sudah merancang distribusi pupuk bersubsidi sesuai dengan kebutuhan yang diusulkan kelompok tani sesuai dengan tanggungjawab masing-masing anak perusahaan. “Hal ini kita lakukan untuk mempermudah distribusinya barangnya,” ujarnya.

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066