• Search
  • Menu
Read Detail

Sipindo, Dekatkan Petani dengan Pasar

17:30 WIB | Friday, 28-April-2017

Sekretaris Direktorat Jenderal Hortikultura, Sri Wijayanti Yusuf (kiri) bersama Managing Director PT East West Seed Indonesia, Glenn Pardede saat peuncuran Sipindo

Di era berkembangannya internet saat ini, petani dituntut mampu bersaing dengan mengikuti kemajuan teknologi. Kemajuan teknologi ini ternyata mampu membawa petani lebih dekat dengan pasar dan memotong rantai pasok yang terlalu panjang.

 

PT East West Seed Indonesia (Ewindo), salah satu perusahaan benih hortikultura, meluncurkan aplikasi Sistem Informasi Pelaku Pertanian di Indonesia (Sipindo) apps yang bertujuan membantu rantai pasok pertanian. Masyarakat bisa masuk ke aplikasi ini dengan mendaftar sebagai petani/penyemai, mitra penyuluh atau pun pedagang.

 

Fitur dalam Sipindo apps diantaranya, harga pasar yang membuat lokasi pengguna, cuaca pada hari itu, harga sayuran hari itu, prediksi cuaca,  Urban Farming yakni cara bertanam yang baik (informasi cara bertanam yang baik, termasuk informasi mengenai hama penyakit dan konsultasi dengan petugas lapangan)

 

Selain itu identifikasi hama yakni untuk mengidentifikasi penyakit tanaman, petani cukup pilih jenis tanamannya dan unduh foto penyakit tanamannya. Ada juga halaman chat sebagai wadah komunikasi petani dengan petugas terdekat.

 

Managing Director PT East West Seed Indonesia, Glenn Pardede mengatakan, petani yang mau menjual hasil panennya, bisa mengetik langsung apa produknya dan panen kapan. Lalu data tersebut diverifikasi petugas lapang, sehingga pasar atau pembeli bisa langsung menghubungi dan mendatangi petani. Cara tersebut diharapkan bisa memotong rantai pasar yang panjang.

 

Glenn mengungkapkan, pihaknya memiliki 180 orang petugas lapangan yang sudah dibekali ilmu pengetahuan dan peralatan. Dengan bantuan petugas sebanyak itu diarapkan bisa memberikan edukasi ke petani. “Nantinya petani yang diajari petugas bisa mengajari petani lainnya,” ujarnya.

 

Aplikasi Sederhana

 

Menurut Glenn, aplikasi ini fiturnya sederhana dan bersahabat. Pihaknya menyiapkan apps ini satu tahun karena ingin membuatnya sesederhana mungkin agar mudah digunakan petani. “Bagi petani yang akan mengunduh aplikasi ini tidak perlu bayar. Hanya bayar paket data internetnya,” katanya.

 

Glenn mengakui, dalam pengembangan aplikasi ini bekerjasama dengan Kementerian Pertanian.  Pasalnya, kedua pihak memiliki tujuan sama yakni bagaimana petani lebih makmur dan sejahtera. “Kita semua ingin petani lebih dekat dengan pasar,” ujarnya.

 

Sementara itu Sekretaris Direktorat Jenderal Hortikultura, Sri Wijayanti Yusuf mengatakan, aplikasi ini memberikan inspirasi untuk memajukan aplikasi yang kini sudah dimiliki Kementerian Pertanian. Apalagi Sipindo apps sangat detail.

 

“Kami ada aplikasi untuk memantau luas tambah tanam harian dari Pusat Data dan Informasi (Pusdatin). Tapi untuk yang selengkap ini kita memang belum punya,” katanya. Karena itu Kementerian Pertanian ke depan harus memiliki aplikasi yang terdapat data secara mendetail dan akurat.  Data tambah tanam tiap hari juga harus dimasukkan.

 

Suratman, petani hortikultura di Kecamatan Teluknaga, Tangerang, Suratman mengakui, aplikasi tersebut sangat membantu, karena petani bisa mengakses harga, cara penanaman, cuaca, dan lainnya. “Kami sudah mencoba aplikasi ini,” ujarnya. Tia/Yul