• Search
  • Menu
Read Detail

Menteri Pertanian: Persoalan Pangan Tak Bisa Diselesaikan Sendiri

11:38 WIB | Friday, 28-April-2017

Menyelesaikan persoalan pertanian, khususnya pangan, memang tak semudah membalikkan telapak tangan. Karena ituKementerian Pertanian tak bisa berjalan sendiri, perlu dukungan kementerian lain, baik dari mulai hulu hingga hilir.

 

“Pertanian tidak bisa berdiri sendiri selesaikan pangan di Indonesia,” kata Menteri Pertanian di sela-sela Apel Siaga Toko Tani Indonesia (TTI) di Karawang, beberapa waktu lalu. Dari sisi hulu, Amran berterima kasih kepada Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi yang telah membangun 30 ribu embung dan mengembangkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

 

Sementara itu di sisi pemasaran, Amran juga mengakui dukungan Kementerian Perdagangan dengan menerapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) membuat harga tidak melonjak tinggi. Apalagi dalam pemasaran produk pangan, panjangnya mata rantai membuat disparitas harga mencapai 300%.

 

Di Temanggung, Jawa Tengah, Amran mencontohkan, harga bawang merah di tingkat petani hanya Rp 8 ribu/kg, sementara di Jakarta mencapai Rp 30 ribu/kg. “Tidak ada di negara manapun, seperti Indonesia yang disparitas harga di produsen dan konsumen mencapai 300%.Ini harus kita selesaikan bersama,” katanya.

 

Untuk membantu menyelesaikan gap harga yang terlalu tinggi tersebut, Amran mengatakan, pihaknya mengajak kepolisian dan tentara mengawal distribusi pangan ini. Ternyata dengan kerjasama ini cukup efektif membantu mengawasi pelaku usaha yang berupaya mempermainkan harga.

 

"Setelah tertangkap empat pelaku, harga cabai langsung turun dari Rp 160 ribu menjadi Rp 40 ribu/kg. Saya berharap kalau kepolisian bisa menangkap satu lagi tersangka, sehingga harga akan turun lagi jadi Rp 30 ribu/kg," tuturnya.

 

Amran menganggap keuntungan yang selama ini didapatkan pelaku usaha yang mencoba mempermainkan harga cabai mencapai Rp 50 miliar. Itupun hanya satu produk yakni cabai rawit. Padahal banyak jenis cabai lainnya seperti cabai merah keriting.

 

Sejarah Baru

 

Dengan kerjasama itu, Amran menilai, menjadi sejarah baru dalam dunia pertanian Indonesia. Sebab, pada Januari-Februari lalu harga beberapa komoditas pangan seperti beras dan cabai relatif stabil.

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

Editor : Pimpinan Redaksi