• Search
  • Menu
Read Detail

Infrastruktur Air di Lahan Tadah Hujan Jadi Fokus Perhatian Pemerintah

16:17 WIB | Tuesday, 25-April-2017

Kementerian Pertanian tahun ini akan lebih fokus dalam penyediaan air, terutama  untuk lahan tadah hujan yang luasnya mencapai 4 juta hektar (ha). Untuk itu pemerintah akan menggenjot pembangunan embung, sumur dangkal, long storage dan pemanfaatan air sungai.

 

“Dalam pemanfaatan air ini kita mengkaji bersama dengan Kementerian Desa dan Kementerian Pekerjaan Umum,” kata  Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman usai pertemuan membahas implementasi embung dan bangunan air tahun 2017 di kantor Balai Besar Sumberdaya Lahan, Badan Litbang Pertanian, Bogor, Kamis (6/4).

 

Amran mengakui, saat ini kondisi lahan yang paling banyak di Indonesia adalah lahan kecil tadah hujan, termasuk lahan-lahan di perkebunan, luasnya sekitar 4 juta ha. Data Badan Litbang Pertanian, potensi lahan tadah hujan di Kalimantan seluas 1.342.702 ha, Sulawesi 608.872 ha, Maluku  24.215,86 ha, Papua 28.680 ha, Bali dan Nusa Tenggara 117.875 ha, Sumatera seluas 1.206.475 ha dan Jawa sekitar 724.334 ha.

 

Dengan pembangunan embung, sumur dangkal, long storage dan pemanfaatan air sungai, Amran berharap, lahan-lahan tersebut bisa lebih optimal. “Kita harapkan indeks pertanaman (IP) di lahan tadah hujan bisa naik. Jika sebelumnya hanya 100, bisa naik 200 atau 300,” katanya.

 

Efek Domino

 

Kalkulasinya dengan IP naik minimal 0,5, akan ada tambahan produksi padi sebanyak 10 juta ton gabah kering giling (GKG). Jumlah tersebut setara dengan Rp 40 triliun. Bukan hanya produksi padi yang meningkat, menurut Amran, kegiatan lain juga akan bergerak, seperti usaha perikanan dan peternakan. “Artinya jika ada air, maka akan ada kegiatan usaha. Pada akhirnya menjadi alternatif menambah pendapatan petani,” ujarnya.

 

Dampak ekonomi lainnya dengan adanya air, akan menyerap sekitar 8 juta tenaga kerja dan membuka 20 ribu lapangan usaha. Bukan hanya itu diperkirakan akan mengurangi kemiskinan desa hingga 250 ribu orang.

 

Data Badan Litbang Pertanian yang diperoleh Sinar Tani, pembangunan infrastruktur air untuk pembangunan embung sebanyak 75.328 titik atau luas 759.146 ha, pemanfaatan air sungai (170.483 paket atau 2.566.565 ha), dam parit (8.781 titik atau 612.067 ha), longstorage (5.832 titik atau 91.039 ha) dan sumur dangkal (1.018 titik atau 24.338 ha).

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066