• Search
  • Menu
Read Detail

e-paper Tabloid Sinar Tani - IB Dongkrak Populasi Sapi

10:04 WIB | Thursday, 20-April-2017

e-paper Tabloid Sinar Tani - IB Dongkrak Populasi Sapi

 

Inseminasi buatan (IB) sesungguhnya bukan hal baru bagi peternak sapi. Bila belakangan teknologi di bidang reproduksi ternak itu kian menggema gaung­nya, itu lantaran pemerintah Indonesia men­jadikannya sebagai elemen terpenting untuk men­capai target-target yang ditetapkan dalam Program Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (Upsus Siwab).

 

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, saat melaunching Program Upsus Siwab, di Waduk Gondang Lamongan Jawa Timur tahun lalu sudah dengan tegas mengatakan bahwa ada dua kegiatan yang bakal menjadi fokus pemerintah terkait pelaksanaan Program Upsus Siwab yakni inseminasi buatan dan kawin alami. Semuanya dengan satu harapan yakni bisa mendongkrak populasi sapi di dalam negeri.

Melalui Upsus Siwab, menurut Mentan akan dimaksimalkan po­tensi sapi indukan di dalam negeri agar dapat terus menghasilkan pedet. Program ini pun menjadi fokus Direktorat Jenderal Peter­nakan dan Kesehatan Hewan (PKH) pada 2017 ini. “Yang terpenting sekarang adalah bagaimana me­ningkatkan produksi lewat inse­minasi buatan,” kata Amran.

Pernyataan orang nomor satu di Kementerian Pertanian ini cukup menggambarkan betapa pemerintah berharap banyak dari aplikasi teknologi IB untuk mempercepat peningkatan po­pulasi sapi di tanah air. Langkah-langkah nyata pun langsung dilakukan aparat Ditjen PKH untuk bisa memperluas cakupan kegiatan IB ke berbagai daerah melalui Program Upsus Siwab. 

Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak Ditjen PKH, Surachman, menjawab Sinar Tani menjelaskan bahwa institusinya sejauh ini telah melakukan upaya penyiapan sarana prasarana serta aspek SDM untuk mendukung kelancaran pelaksanaan kegiatan IB terkait program Upsus Siwab.

Dalam hal penyediaan sarana semen beku misalnya telah ditetapkan persyaratan bahwa semen beku yang digunakan harus berasal dari pejantan yang bebas penyakit PHMS sesuai peraturan perundangan, memenuhi per­syaratan mutu serta dikemas sesuai standar. 

Persyaratan mutu disini yakni semen beku benar-benar bebas dari mikro organisme, dilakukan post thawing dengan mortalitas untuk sapi 40% dan kerbau 30% serta gerakan individu 2 (dua). 

Semen beku dipasok oleh Balai Inseminasi Buatan (BIB) Nasional maupun BIB Daerah. Ditargetkan pada tahun 2017 BBIB Singosari dan BIB Lembang sebagai BIB nasional bisa memproduksi ma­sing-masing 1.923.000 dan 1.836.000 dosis semen beku. Se­dangkan produksi total dari tiga BIB daerah ditargetkan 809.000 dosis. Sehingga total produksi semen beku mencapai 4.568.000.

Seiring dengan kian intensifnya pelaksanaan IB di lapangan maka telah diupayakan dilakukan peningkatan jumlah teknisi IB (inseminator dan Petugas peme­riksa kebuntingan/PKb) serta melaksanakan kegiatan pelatihan bagi petugas IB.

Sebanyak enam UPT dibawah Ditjen PKH diberi tugas untuk melaksanakan kegiatan pelatihan bagi petugas IB. Menurut Surachman pelatihan/bimbingan teknis (Bimtek) petugas IB dasar telah dilaksanakan seluruhnya yaitu sebanyak 451 peserta dari 26 provinsi. Sedangkan pelatihan bagi PKb hingga minggu kedua bulan April telah dilaksanakan terhadap 364 peserta yang berasal dari 27 provinsi dan terhadap asisten teknik reproduksi (ATR) telah mencakup 274 peserta dari 24 provinsi.

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

 

Editor : Pimpinan Redaksi