• Search
  • Menu
Read Detail

Antisipasi Dini Gejolak Harga, Pemerintah Gelar Apel Siaga TTI di Kerawang

06:57 WIB | Wednesday, 19-April-2017

Gejolak harga dan gangguan ketersediaan/pasokan pangan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) kerap saja berulang tiap tahun. Guna mengantisipasi kondisi tersebut, Kementerian Pertanian menggelar Apel Siaga Toko Tani Indonesia (TTI).

 

Kegiatan tersebut berlangsung di area penggilingan padi milik Gapoktan Sri Tani, Dusun Pasar, RT 01/ RW 01 Desa Kampung Sawah, Kecamatan Jayakerta, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Selasa (18/4). Hadir dalam acara tersebut, pelaku usaha TTI,  pengurus dan anggota Gapoktan, pendamping Gapoktan serta aparat di tingkat pusat dan daerah. Selain itu juga hadir Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita, Menteri Desa PDT dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo, dan Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana.

 

Dalam acara ini Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman secara simbolis melaunching pengiriman perdana 110 ton beras dari Jawa Barat dan Lampung ke 1.000 TTI di Jabodetabek. Pasokan bahan pangan (beras, bawang merah dan cabai) akan dilakukan kontinyu oleh 406 Gapoktan. Gapoktan tersebut dari tujuh provinsi yakni Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Banten, Lampung, Sumatera Selatan dan Nusa Tenggara Barat.

 

Selain itu, Menteri Pertanian juga melepas 573 pendamping gapoktan dan TTI. Dalam acara ini hadir juga PT. Gojek Indonesia untuk mendistribusikan pangan dari TTI ke konsumen dan PT. Bumi Pangan Digdaya (BPD Agro) yang melakukan kemitraan untuk penyedia logistik dan pendistribusian pangan pokok ke TTI di Jabodetabek

 

Langkah Konkret

 

Pelaksana Tugas Kepala Badan Ketahanan Pangan, Kementerian Pertanian, Spudnik Sudjono mengatakan, apel siaga ini bertujuan untuk menggerakkan TTI sebagai langkah konkret dalam menyediakan pangan murah bagi masyarakat, khususnya dalam menghadapi HBKN Puasa dan Idul Fitri 2017.

 

Menurutnya, keberadaan TTI sangat strategis dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat. Sebab, harga bahan pangan di TTI jauh lebih murah dibanding harga pasar. Misalnya beras hanya Rp 7.900/kg dan berlaku diseluruh TTI, jauh dari harga pasar sekitar Rp 8.500/kg s/d Rp 9.500/kg. Begitu juga komoditas lain, yang dijual di TTI seperti bawang merah, cabai, daging sapi, daging ayam, telur ayam, minyak goreng, terigu dan lainnya.

 

“Hal ini tentunya sangat membantu masyarakat, khususnya Ibu-Ibu dalam memenuhi kebutuhan pangan yang murah, karena bisa menghemat pengeluaran selama Puasa dan lebaran mendatang,” katanya.

 

TTI sudah dikembangkan sejak tahun 2016 dengan 1.320 unit di 32 provinsi. Tahun  2017 ditargetkan 1.000 TTI yang fokus di wilayah Jabodetabek, wilayah yang sering mengalami gangguan pasokan maupun harga pangan pokok/strategis. “Kami berharap pasokan ini tidak hanya selama HBKN, tapi akan dilaksanakan sampai akhir tahun dan terus berkelanjutan,” tuturnya.

 

Dikatakan, Kementerian Pertanian telah menghitung kondisi ketersediaan dan kebutuhan pangan pokok/ strategis selama HBKN, produksi/ketersediaan bahan pangan cukup dan aman, distribusi merata ke semua wilayah, serta harga yang terjangkau.

 

Khusus daging sapi, antisipasi penyediaan antara lain stok daging sapi/kerbau impor di Bulog sekitar 40 ribu ton, stok daging sapi impor di importir sekitar 15 ribu ton, stok sapi siap potong di feedloter  sekitar 14 ribu ekor atau setara 22 ribu ton. “Dengan stok yang ada itu, kami berharap saat HBKN ketersediaan bahan dan harga  pangan aman dan terkendali,” ujarnya. Yul 

 

Editor : Yulianto