• Search
  • Menu
Read Detail

Sergap Berikan Energi Positif Pengadaan Bulog

12:20 WIB | Monday, 17-April-2017

Program serap gabah petani (sergap) memberikan energi positif bagi pengadaan gabah/beras Perum Bulog. Kini gudang-gudang penyimpanan gabah, baik milik Perum Bulog maupun mitra banyak yang penuh.

 

Sesuai yang direncanakan, pada periode Januari-25 Maret 2017 Tim Sergap berhasil menyerap sebanyak 754.330 ton gabah atau setara dengan 377.165 ton beras. “Ini meningkat 420% dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu,” kata Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman saat acara Akselerasi Serap Gabah Petani oleh Mitra Bulog di Jakarta, beberapa waktu lalu.

 

Daerah yang paling tinggi dalam penyerapan gabah masih dipegang Jawa Timur, disusul Sulawesi Selatan yang berhasil mengalahkan Jawa Barat dan Jawa Tengah. Sementara data Bulog, realisasi serapan setara beras periode Januari-24 Maret 2017 di Jawa Timur kurang lebih sebanyak 110 ribu ton, Sulawesi Selatan 70 ribu ton, Jawa Tengah 60 ribu ton, dan Jawa Barat 40 ribu ton.

 

Sementara itu rencana sasaran Sergap periode Maret (26-31 Maret 2017) dan April 2017 yakni Sumsel 164.625 ton GKG, Lampung 302.622 ton GKG, Banten 138.724 ton GKG, Jabar 600.133 ton GKG, Jateng 484.732 ton GKG, Jatim 776.701 ton GKG, NTB 336.398 ton GKG, dan Sulsel 396.064 ton GKG.

 

“Kita harus mampu menyerap sebanyak-banyaknya. Optimalkan 50 ribu PPL dan Babinsa, perluasan kemitraan dengan swasta dan Poktan/Gapoktan yang memiliki sarana pengeringan,” kata Amran.

 

Sejauh ini, daerah sentra padi mampu menyerap gabah petani langsung. Jawa Timur masih menjadi provinsi tertinggi dalam penyerapan gabah petani. Selanjutnya adalah Sulawesi Selatan, Jawa Barat, dan Jawa Tengah. Sisanya Lampung, Sumatera Selatan dan NTB. Penyerapan gabah tertinggi di Jawa Timur dipegang Kabupaten Jember dan yang terendah Madura. Sulawesi Selatan tertinggi di Sidrap dan terendah Mamuju, Jawa Barat tertinggi di Ciamis dan terendah di Cianjur. Lalu Jawa Tengah tertinggi di Semarang dan terendah di Kedu.

 

Tingginya penyerapan gabah oleh Tim Sergap tak lepas dikeluarkannya peraturam baru, yakni Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) No.3/2017 mengenai Pedoman Harga Pembelian Beras di Luar Kualitas oleh Pemerintah. Dengan adanya kebijakan tersebut, Perum Bulog bisa membeli gabah yang kadar airnya 25-30% dengan harga sesuai HPP yakni Rp 3.700/kg.

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066