• Search
  • Menu
Read Detail

Di Sulawesi, Mentan Saksikan Pembelian Gabah Petani

11:23 WIB | Friday, 07-April-2017

Setelah berkeliling memantau kondisi panen dan penyerapan gabah petani di Pulau Jawa, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman melanjutkan kunjungan ke Sulawesi. Di Pulau Celebes tersebut, Amran melakukan panen dan melihat langsung proses pembelian gabah petani oleh Perum Bulog.

 

“Kualitasnya bagus, hasilnya bagus saat diukur kadar airnya,” kata Amran di sela-sela kunjungan yang berlokasi di Kelurahan Sepe'e Kecamatan Barru, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan, Senin (20/3). Pada kesempatan itu juga hadir Direktur Keuangan Perum Bulog, Irianto Hutagaol. Plt. Bupati Barru, Suardi Saleh, Anggota DPR–RI komisi IV Muhammad Nasyit Umar dan Kasdam VII Wirabuana, Supartodi.

 

Amran mengatakan, stok beras hingga kini dua kali lipat dari tahun kemarin di periode yang sama. “Apa yang didapatkan kini perlu perjuangan dan kerja keras. Keberhasilan yang telah dicapai merupakan keberhasilan bersama. Kami sudah tidak impor lagi,” tegasnya.

 

Kementan terus mendorong Perum Bulog menyerap gabah petani. Apalagi sudah ada Peraturan Presiden (Perpres) yaitu Perpres No. 20 Tahun 2017. Perpres tersebut dijabarkan lebih lanjut dalam Permentan No. 3 Tahun 2017 tentang Pedoman Harga Pembelian Gabah dan Beras di Luar Kualitas oleh Pemerintah.

 

Peraturan tersebut diharapkan dapat mengakomodir petani agar gabah yang telah dihasilkan dapat terserap maksimal. Selain itu pemerintah melalui Kementan terus mendorong produktivitas petani dengan menjalankan program pembangunan 30 ribu embung yang bekerjasama dengan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi.

 

Sementara itu Kepala Biro Humas dan Informasi Publik, Kementerian Pertanian, Agung Hendriadi Agung menjelaskan, pasokan beras di PIBC cukup tersedia sehingga mampu mensuplai kebutuhan atau permintaan pasar-pasar yang ada di wilayah Jabodetabek. Sementara itu, harga beras saat ini sangat normal antara Rp 7.500-7.800/kg untuk kelas medium.

 

“Sangat mengherankan, ketika saat ini harga gabah petani turun dan harga cabai anjlok, pengamat tidak hadir seolah tidak peduli. Tentunya ini tidak adil ketika yang dikritik hanya persoalan data terkait produksi dan harga naik. Harusnya pengamat hadir juga memberikan pendapat terkait harga gabah petani anjlok agar diserap sesuai HPP,” ujar Agung.

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066