• Search
  • Menu
Read Detail

Jaga Fluktuasi Harga, Pemerintah Gagas HPP Cabai

08:32 WIB | Thursday, 06-April-2017

Cabai menjadi salah satu komoditi pertanian yang kerap berfluktuasi. Kadang harganya melonjak tinggi hingga menguras dompet konsumen, tapi di lain waktu terjun bebas bak air terjun.

 

Nah untuk menjaga anomali harga cabai, Kementerian Pertanian melalui Direktorat Hortikultura tengah mengupayakan sejumlah langkah. Salah satunya mengusulkan diterbitkannya Harga Pembelian Pemerintah (HPP) cabai.

 

“Saya akan memperjuangkan nantinya rapat dengan Menteri Perdagangan harus adanya HPP cabai. Jadi tidak hanya HPP gabah dan bawang, sehingga petani mendapat kepastian harga,” kata Direktur Jenderal Hortikultura, Spudnik Sujono saat kunjungan ke Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri, beberapa waktu lalu.

 

Menurut Spudnik, angka HPP yang wajar secara nasional sekitar Rp 17 ribu. Nilai tersebut sesuai Peraturan Menteri Perdagangan yang menetapkan Rp 17 ribu merupakan harga dasar untuk cabai.

 

Selain mengawal terbitnya HPP cabai, Spudnik mengatakan, pihaknya akan bekerja sama dengan Bareskrim Polri untuk mengawal agar tidak ada pihak yang mempermainkan harga, sehingga merugikan petani dan konsumen cabai. Pada prinsipnya petani harus untung, harga di konsumen juga tetap terjangkau.

 

“Saat ini harga cabai rawit cenderung menurun. Kita juga dibantu Bareskrim Polri mengawal agar jangan sampai ada pihak yang memanfaatkan musim panen raya ini untuk mempermainkan harga. Masa harga cabai lebih tinggi dari daging, itu tidak elok terdengarnya,” tutur Spudnik.

 

Untuk mengawal agar harga cabai tidak merosot, Spudnik mengaku telah mengundang pelaku usaha industri olahan untuk membeli cabai petani. Selain itu untuk membangun agribisnis cabai yang terintegrasi dan berkelanjutan dan saling menguntungkan.

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066