• Search
  • Menu
Read Detail

Belajar dari Taswadi Bertanam Cabai di Lahan Gambut

14:14 WIB | Wednesday, 05-April-2017

Desa Batu Nanta adalah salah satu desa yang lokasinya 60 km dari Kecamatan Nanga Pinoh, Ibukota Kabupaten Melawi Kalimantan Barat. Di desa yang terletak di tengah kebun sawit, Taswadi berhasil mengelola lahan gambut di tengah sawit menjadi lahan produktif.

 

Tidak mudah memang mengolah lahan gambut untuk budidaya sayuran, perlu teknologi dan keuletan dalam mengelolanya. Jika berhasil menjinakkan gambut, maka bertanam sayuran memberikan harapan yang sangat menjanjikan bagi petani. Khususnya untuk tanaman cabai yang kini menjadi primadona karena harganya terus meroket.

 

Menurut Taswadi, petani awalnya tidak percaya lahan gambut bisa dimanfaatkan untuk budidaya sayuran, termasuk cabai. Namun dia berhasil membalikkan anggapan itu. Lahan gambut disulap menjadi sentra budidaya cabai, baik cabai rawit, cabai keriting, dan cabai besar dari benih yang dibeli di Pasar Nanga Pinoh. “Tahun ini saya mendapatkan hasil panen cabai yang melimpah memanfaatkan lahan gambut yang ada di antara pohon sawit,” katanya.

 

Pengolahan Tanah

 

Taswadi menjelaskan, kunci utama keberhasilan dalam budidaya cabai di lahan gambut adalah dengan pengolahan lahan yang baik dan benar, khususnya dalam pembuatan bedengan. Dalam membuat bedengan sebaiknya dengan ukuran lebar 100-120 cm, tinggi 40 cm dan jarak antar bedeng 150 cm.

 

“Tinggi bedeng dibuat dengan ukuran tersebut untuk mempertimbangkan muka air tanah, agar permukaan bedengan berada di atas muka air tanah, sehingga akar cabai tidak mudah busuk,” tuturnya.

 

Dalam membuat bedengan, permukaan tanah pada bagian atas bedengan tidak perlu diolah. Lapisan tanah yang diolah adalah bagian tanah yang berada di samping bedengan dengan menaikkan bagian tanah tersebut ke atas bedengan sekitar 25 cm.

 

Setelah bedengan terbentuk, baru dihamparkan kapur atau dolomit untuk mengurangi kemasaman tanah dengan dosis 5 ton/ha. Setelah itu diberikan penambahan pupuk kandang sapi yang dihambur merata dengan dosis 30 ton/ha.

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066