• Search
  • Menu
Read Detail

e-paper Tabloid Sinar Tani - Gertam Cabai

14:39 WIB | Friday, 07-April-2017

https://www.getscoop.com/id/majalah/sinar-tani/ed-3697-apr-2017

 

Gejolak harga cabai memang kerap membuat pedas pemerintah karena berimbas pada laju inflasi. Konsumen pun terpaksa harus mengeluarkan kocek lebih banyak untuk membeli komoditi sayuran ini.

 

Bahkan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman pun mengaku terganggu dengan kondisi harga cabai yang tinggi di pasaran. Untuk itu pemerintah menggelar gerakan tanam (Gertam) cabai 50 juta pohon di pekarangan rumah.

Dengan pencanangan Gertam cabai di pekarangan, Amran berharap, bisa menjadi solusi mengatasi kondisi mahalnya harga cabai. Dengan penanaman sendiri paling tidak kebutuhan di rumah tangga bisa tercukupi. Bukannya tidak mungkin menjadi sarana meningkatkan pendapatan keluarga.

Untuk mensukseskan kegiatan tersebut, Kementerian Pertanian melibatkan Tim Penggerak Pembi­naan Kesejahteraan Keluarga (PKK) pusat dan daerah. Kerjasama dengan PKK ini ditargetkan bisa tertanam 10 juta pohon selama tahun 2017 ini.

Dengan jumlah kaum wanita di Indonesia ada 176 juta jiwa atau 70% dari jumlah penduduk Indonesia. Hitungannya jika satu rumah menanam lima batang cabai, maka kebutuhan rumah tangga bisa tercukupi. “Kalau setiap rumah bisa tanam cabai, minimal 5 batang saja, mereka bisa menghemat belanja rumah tangga selama dua bulan. Nanti cabai yang biasa (ditanam petani) bisa diekspor ke luar negeri. Sudah selesai persoalan cabai. Kita juga dapat menekan inflasi,”  tutur Amran.

Gertam Cabai sendiri memang bertujuan untuk memenuhi kon­sumsi rumah tangga serta mendukung pasokan cabai di tingkat rumah tangga maupun wilayah. Dengan outputnya pa­sokan cabai terjamin sepanjang tahun, menghemat pengeluaran rumah tangga, dan meningkatkan pendapatan. Efek akhirnya adalah tersedianya pasokan, harga stabil, dan pendapatan meningkat.

Jika menengok sejarah pem­bentukan Gertam Cabai, maka sebenarnya sudah berlangsung lama yakni pengembangan Kawas­an Rumah Pangan Lestari (KRPL). Konsep KRPL bukan hanya se­batas menanam cabai, tapi juga berbagai jenis sayuran yang dapat ditanam di pekarangan rumah. Kegiatan KRPL diluncurkan pada era Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono di Pacitan, Jawa Timur.

Kegiatan KRPL kembali meng­gema saat kondisi harga cabai rawit di pasaran melonjak tinggi. Karena itu awal tahun 2017, Kementan mengadakan Nota Kesepahaman (MoU) dengan PKK menggerakkan ibu-ibu agar menanam cabai di pekarangan. “Gerakan Tanam Cabai ini sudah berlangsung sejak kita mengadakan MoU dengan PKK. Kami Ditjen Hortikultura memberikan bantuan sarana produksi, yakni bibit sebanyak 10 juta pohon, polybag, media tanam, dan pupuk,”  kata Dirjen Hortikultura, Spudnik Sudjono.

 

Dukungan PKK dan IWAPI

Sementara itu kaum ibu yang tergabung dalam wadah PKK dan Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) menyatakan mendukung penuh kegiatan Gertam Cabai di pekarangan. Dua lembaga perempuan itu siap bergerak cepat sampai ke pelosok daerah jika diperlukan.

Ketua Umum Tim Penggerak PKK, Erni Guntarti Tjahjo Kumolo menilai sangat pas bila PKK dilibatkan langsung dalam mensukseskan kegiatan Gertam Cabai di pekarangan. Sebab, bercocok tanam bukan kegiatan yang asing bagi kaum ibu, terutama yang aktif di kegiatan PKK.

Apalagi organisasi PKK juga sudah lama menggagas dan melaksanakan satu gerakan yang dinamakan Halaman Asri, Teratur, Indah dan Nyaman bersama PKK atau disingkat HATINYA PKK. Melalui HATINYA PKK diharapkan masyarakat terutama kaum ibu secara sadar mengelola halaman rumahnya agar asri dan teratur, sehingga terlihat indah dan menciptakan kenyamanan bagi penghuninya.

Gerakan tersebut meliputi pemanfaatan pekarangan dengan tanaman. Di antaranya Kebun Gizi Keluarga dengan tanaman buah dan sayur, Apotik Hidup dengan tanaman obat tradisional, Warung Hidup dengan aneka tanaman bumbu dan rempah serta tanaman pelindung/tanaman keras.

Erni Guntarti mengakui, selama ini pelaksanaan Gerakan HATINYA PKK di daerah, umumnya terkendala keterbatasan bibit tanaman serta pendampingan pelaksanaan teknik budidaya tanaman. Padahal pendampingan jelas diperlukan agar para ibu benar-benar mengerti cara budidaya tanaman secara benar dan sesuai anjuran pemerintah. “Dengan adanya Gertam Cabai yang dilaksanakan pemerintah, kami kira sekaligus bisa jadi solusi dari masalah kami itu,” tutur Erni.

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

 

Editor : Pimpinan Redaksi