• Search
  • Menu
Read Detail

Manajemen Pola Tanam dan Poktan Cabai

10:20 WIB | Monday, 20-March-2017

Ada faktor lain yang mempengaruhi sehingga harga cabai kembali bergejolak. Selain manajemen pola tanam, distribusi cabai perlu disesuaikan.

 

Dari sisi produksi ada langkah-langkah strategis agar ketersediaan cabai tetap terjaga, yakni pemilihan varietas yang memiliki daya adaptasi yang tinggi terhadap dinamika iklim. Varietas yang dipilih hendaknya juga mempunyai nilai komersial dan tersedia di pasaran. Benih yang dipilih merupakan benih yang bermutu tinggi atau berdaya kecambah di atas 80%, mempunyai vigor yang baik, murni, bersih dan sehat. Contohnya, adalah cabai keriting varietas Kencana yang sudah terbukti sangat adaptif untuk musim hujan atau kemarau basah.

 

Pola Tanam Cabai

 

Pada tahun 2016 pemerintah sudah membuat pola tanam cabai, termasuk untuk produksi minimal per bulan. Dalam penetapan manajemen tersebut, Kementerian Pertanian melalui Dirjen Hortikultura telah melakukan pemetaan   pola tanam, agar pasokan tidak berlebih.

 

Peran Dinas Pertanian dalam hal ini juga sangat penting agar petani mentaati pola tanam untuk menjaga stok dan harga. Selain itu Kementerian Pertanian mulai memprogramkan gerakan tanam cabai musim kemarau untuk diproduksi di musim hujan.

 

Gerakan mengubah pola tanam ini dilakukan dengan menggeser waktu tanam cabai ke musim kemarau agar ketersediaan cabai dapat dirasakan setiap tahun. Waktu tanam nantinya juli-Oktober, sehingga panen dapat di bulan Nopember-Maret.

 

Untuk petani yang masih menanam di musim hujan, tentu saja harus memperhatikan teknologi yang telah di sediakan oleh pemerintah mulai dari bagaimana perbaikan saluran pembuangan air, pembuatan bedengan yang lebih tinggi, pengaturan jarak tanam yang lebih lebar, pengunaan mulsa plastik hitam perak, pemantauan perkembangan OPT secara intensif, pembersihan sekitar areal pertanaman, penggunaan pestisida sampai naungan plastik atau paranet sebagai pelindung tanaman.

 

Kelembagaan Tani 

 

Aspek penting selanjutnya adalah masalah kelembagaan petani. Pada petani cabai, dengan tingginya fluktuasi harga, sebenarnya ini dapat dijadikan sebagai dasar untuk berkelompok, namun hal ini belum tergarap dengan baik. Asosiasi petani berdasarkan komoditi cabai, misalnya harusnya bergerak pada masalah ini.

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066