• Search
  • Menu
Read Detail

Bali Agro Expert Garap Petani Muda Keren

15:30 WIB | Monday, 13-March-2017
I Ketut Darmawan

I Ketut Darmawan

Para pemuda dari Bali melalui Bali Agro Expert mengembangkan agribisnis di Bali untuk memasok kebutuhan pertanian di Bali, luar Bali bahkan ekspor.

 

 

 

Sebagai langkah awal, Bali Agro Expert berhasil menyelenggarakan  pameran dan temu agribisnis  “Agrinesia” yang dilakukan tahun lalu. Agrinesia berhasil mencatat transaksi Rp 18 miliar. “Komoditi yang banyak diminta untuk pasar Bali dan ekspor adalah semangka dan pisang,” jelas IB Agung Gunarthawa kepada Sinar Tani di Bali.

 

Gunarthawa menambahkan Bali Agro Export telah membangun jejaring bisnis yang dikelola para pemuda di Bali untuk terjun di bidang agribisnis. “Peluang pasar dan sumberdaya alam di Bali sangat besar. Bali juga bisa menjadi tempat transit produk pertanian dari seluruh Indonesia untuk diekspor keluar negeri,” tambah pemuda yang sehari-harinya menjalankan bisnis advertising dan kini sudah terjun investasi agribisnis di Bali.

 

I Ketut Darmawan, SPt salah satu pemuda yang sukses mengembangkan perbibitan sapi Bali di Klungkung Bali mengatakan salah satu programnya dalam  Bali Agro Exspet adalah mengembangkan  entrepreneur (pengusaha) muda di bidang pertanian. “Usaha peternakan sapi kalau ditekuni dengan benar, kita bisa hidup enak di desa,” tambahnya.

 

Program agribisnis yang dikembangkan Bali Agro Expert di antaranya adalah: 1) pengembangan perkebunan kelapa di Nusa Penida, 2) pengembangan pertanian hidroponik sayuran dan cabe untuk anak anak muda perkotaan, dan 3) ekspansi perkebunan buah naga.  

 

Organisasi ini jelas Gunarthawa dibentuk tahun 2016, dengan  anggota yang latar belakang bisnisnya  beragam. “Para pemuda yang bergabung disini sudah punya bisnis,  tinggal memasukkan pola menejerial  bisnis pertanian. Dan fokus kita adalah regenerasi petani,” tuturnya.

 

I Ketut Darmawan yang ikut bergabung dalam organisasi ini adalah pemuda berumur 38 tahun yang berhasil mengembangkan pembibitan sapi bali dengan memberdayakan pemuda sekitar. Ketut yang sarjana peternakan meninggalkan pekerjaan yang memberikan gaji Rp 6 juta per bulan, dan memilih menjadi peternak sapi dan bisnis pupuk organik dari kotoran sapi dan sampah. Som

 

Editor : Pimpinan Redaksi