• Search
  • Menu
Read Detail

Indonesia-Malaysia Bangun Perbatasan dengan Jagung

11:23 WIB | Friday, 10-March-2017

Pemerintah Indonesia dan Malaysia bersepakat melaksanakan pembangunan wilayah perbatasan masing-masing dengan mengembangkan pertanaman jagung. Kedua negara akan bekerjasama dalam hal budidaya dan ekspor-impor komoditas pangan tersebut.

 

“Yang kita sepakati saat ini adalah membangun kebun jagung di perbatasan Kalimantan Barat (Entikong)-Serawak (Malaysia),” kata Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman di acara Pertemuan Menteri Pertanian Indonesia dengan Menteri Pertanian dan Industri Asas Tani Malaysia di Jakarta, belum lama ini (3/3).

 

Indonesia dan Malaysia sejauh ini mempunyai lahan yang sesuai untuk pengembangan jagung. Di Entikong seluas 50 ribu ha dan di Serawak 60 ribu ha.

 

Amran mengatakan bahwa Malaysia kagum dengan Indonesia yang mampu menurunkan kuota impor jagung dalam waktu dua tahun. Pada tahun 2014 Indonesia mengimpor jagung 3 juta ton dan di tahun 2016 berkurang menjadi 900 ribu ton. Dengan penurunan impor jagung yang signifikan ini, Indonesia menargetkan tahun 2017 tidak akan ada lagi impor jagung.

 

“Nah, Malaysia menaruh rasa kagum dengan Indonesia yang mampu menurunkan impor jagung, karena sampai saat ini Malaysia masih mengimpor jagung sebanyak 3 juta ton dari Amerika dan Argentina. Karenanya mereka ingin belajar dengan kami agar dapat sukses pertanian jagungnya,” jelas Amran.

 

Pasok Benih

 

Terkait Kerjasama dalam hal budidaya, rencananya Indonesia akan memasok kebutuhan benih langsung ke wilayah perbatasan (Serawak). Benih jagung yang dipasok merupakan kualitas unggul. Selain itu, Indonesia juga akan melakukan transfer teknologi perjagungan ke Malaysia.

 

“Kita juga akan memperkenalkan varietas unggul jagung yang baru-baru ini diluncurkan, yakni varietas jagung tongkol 2, NASA 29,” tutur Mentan.

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066