• Search
  • Menu
Read Detail

Kaum Hawa Serbu Bimtek Budidaya Cabai ASBENINDO

09:05 WIB | Tuesday, 07-March-2017

Komoditi cabai menjadi bahan pokok bumbu masakan utama dalam kuliner Indonesia. Namun melonjaknya harga justru membuat kalangan ibu rumah tangga merogoh dompet keuangan keluarga lebih dalam.

 

Ketika melonjak, harganya terbilang fantastis mencapai Rp 100-200 ribu/kg. Jenis cabai yang populer di kalangan masyarakat antara lain cabai merah, cabai hijau dan cabai rawit.

 

Untuk meredam gejolak harga, pemerintah mendorong tiap rumah tangga menanam cabai di pekarangan. Persoalannya untuk bisa menanam dan menghasilkan tak semudah ucapan. Apalagi mungkin sebagian besar kaum hawa itu tak pernah bergelut dalam dunia tanam-menanam.

 

Budidaya cabai yang dilakukan ibu rumah tangga rata-rata berskala kecil. Hasilnya pun cenderung “untung-untungan” alias tidak terukur secara benar kuantitas maupun kualitasnya. Ada yang berhasil, namun banyak juga yang belum berhasil.

 

Karena itu saat Asosiasi Perbenihan Indonesia (ASBENINDO) menggelar bimbingan teknis (Bimtek) budidaya cabai banyak kaum hawa menyerbu kegiatan tersebut. Contohnya Bimtek Varietas Tanaman Pangan dan Hortikultura di Lampung, beberapa waktu lalu.

 

Kegiatan yang merupakan kerja bareng ASBENINDO dengan Balai Pelatihan Pertanian (BPP) Lampung, diikuti 150 peserta dari berbagai kalangan. Mayoritas berasal dari Tim Penggerak PKK Provinsi, Kabupaten, dan Kota di Lampung, Dharma Wanita dari berbagai instansi, serta ibu-ibu PKK wilayah setempat.

 

Rangkaian acara pada kegiatan ini yaitu Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Teknis Budidaya Bawang Merah bagi Aparatur dan Non Aparatur, Bimbingan Teknis (bimtek) Penanaman Cabai dan Pengolahan Hasil Pertanian, dan pameran berbagai varietas tanaman pangan dan hortikultura dari perusahaan anggota ASBENINDO.

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066