• Search
  • Menu
Read Detail

Luas Tambah Tanam Digenjot, Cetak Sawah Dioptimalkan

12:48 WIB | Tuesday, 21-February-2017

Pemerintah terus menggenjot luas tambah tanam (LTT) untuk mendongkrak peningkatan produksi pangan, khususnya padi dan jagung. Terutama di lahan cetak sawah yang belum digarap dengan optimal.

 

Catatan Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) luas cetak sawah selama periode 2015-2016 sekitar 148.139 hektar (ha). Dari luasan itu yang sudah ditanami sekitar 101.949 ha. Artinya terdapat 47.217 ha yang belum ditanam. “Ini adalah potensi yang harus segera dimanfaatkan,” kata Dirjen PSP, Pending Dadih Permana saat Rapat Pemantapan Kegiatan T.A 2017 di Solo, beberapa waktu lalu.

 

Karena itu Pending menegaskan, agar Dinas Pertanian mengkonsolidasikan lahann cetak sawah yang belum dimanfaatkan tersebut untuk segera ditanami komoditas pangan. Hal ini untuk menjamin keberlanjutan pemanfaatan lahan tersebut agar tida sia-sia.

 

Kementerian Pertanian sendiri kata Pending, pada Tahun 2017 telah berkomitmen untuk mengembangkan infrastruktur di 4 juta ha lahan kering dan tadah hujan. Hal ini harus ditindaklanjut dengan identifikasi dan intervensi progam infrastruktur, serta pemanfaatan untuk tanaman pangan.

 

Belum Optimal

 

Dirjen Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian, Sumardjo Gatot Irianto juga menilai, masih banyak lahan hasil cetak sawah yang belum dioptimalkan. Padahal pemerintah berupaya menggenjot LTT.

 

Dari hasil evaluasi Gatot mengevaluasi, Propinsi Kalimantan Timur meski LTT naik, tapi produksi tanaman pangan, khususnya padi belum naik. Begitu juga dengan Sumatera Barat, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Jawa Tengah, Kalimantan Barat, Sulawesi Barat dan Gorontalo, LTT-nya belum naik.

 

“Aceh pergerakannya lumayan baik. Riau memang produksi padi rendah, tapi dikonvensasi dengan kenaikan jagung. Jambi juga belum maksimal. Lampung, Jawa Barat, NTT dan NTB sudah cukup baik,” katanya.

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066