• Search
  • Menu
Read Detail

April 2017, Pelabuhan Perikanan di Natuna Bakal Dioperasikan

16:20 WIB | Tuesday, 14-February-2017

            Pelabuhan perikanan  di Natuna yang dibangun Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama pemerintah daerah (Pemda) setempat sejak tahun 2015 diperkirakan bisa dimanfaatkan nelayan setempat pada April 2017 mendatang.  Soft opening pelabuhan perikanan yang berlokasi di Selat Lampa, Natuna tersebut sesuai rencana akan dibuka oleh Presiden Joko Widodo.

 

            “Pembangunan pelabuhan perikanan di Natuna saat ini sudah mendekati finishing. Tinggal penyelesaian pengurukan tanah di sekitar pelabuhan, membuat jalur untuk kapal-kapal kecil, pembangunan fasilitas pelabuhan lainnya seperti cold storage dan tempat penambatan kapal,” kata Direktur Pelabuhan Perikanan Ditjen Perikanan Tangkap, Syafril Fauzi, di kantornya, kemarin (13/2).

 

            Menurut Syafril Fauzi, pembangunan pelabuhan di Natuna termasuk salah satu bagian dari program sentra kelautan dan perikanan terpadu (SKPT) di pulau-pulau kecil terdepan yang dicanangkan KKP. Pada tahun 2015, pemerintah pusat (KKP) mengeluarkan anggaran untuk pembangunan pelabuhan perikanan tersebut Rp 54,9 miliar.

 

            “ Sebenarnya di Natuna itu embrio pelabuhannya sudah ada, pemerintah tinggal meningkatkan kapasitas pelabuhannya. Karena itu pemerintah daerah setempat juga mengalokasikan anggaran melalui dan alokasi khusus (DAK). Seperti Kabupaten Natuna pada tahun 2016 menganggarkan Rp 18,7 miliar, dan Provinsi Kepri Rp 8,6 miliar,” jelas Syafril.

 

            DAK dari Kab. Natuna dan Prov. Riau tersebut sudah dimanfaatkan untuk  membangun perlengkapan pelabuhan seperti tempat penjernihan air, kios untuk perbengkelan, gedung perbaikan alat tangkap, dan drainase. “DAK dari Prov. Kepri sudah dimanfaatkan untuk pembangunan gedung pembangkit listrik (genset), kios, dan SPDN,” ujar Syafril.

 

            Syafril Fauzi juga mengatakan, pada tahun  2017 pemerintah pusat mengalokasikan anggaran untuk finishing pelabuhan perikanan seluas 11 hektar sebesar Rp 112 miliar. “Anggaran tersebut diantaranya akan digunakan untuk melengkapi fasilitas pelabuhan, seperti cold storage dan fasilitas lainnya hingga pembangunan Balai Benih Ikan (BBI),” katanya. (idt)