• Search
  • Menu
Read Detail

Luncurkan Transaksi Online dan TTI Mobil, Berbelanja di TTI Makin Mudah

16:30 WIB | Monday, 13-February-2017

Awal munculnya Toko Tani Indonesia (TTI) memang menjual dengan cara konvensional.Penjual dan pembeli bertatap muka langsung bertransaksi. Dengan makin berkembangnya toko online, TTI pun tak mau ketinggalan era digitalisasi ini. Kini pembeli bisa bertransaksi di TTI melalui online.

 

“Kita meluncurkan TTI Online untuk melayani masyarakat Indonesia agar mendapatkan pangan mudah terjangkau, harga stabil, dan pasokan yang pasti,” kata Plt. Badan Ketahanan Pangan, Kementerian Pertanian, Spudnik Soejono saat acara Peluncuran TTI Online di TTI Centre, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Senin (13/2).

 

Untuk mengakses TTI Online, Spudnik mengatakan, masyarakat cukup mengakses tti.pertanian.go.id. Setelah itu bisa langsung mengklik sistem informasi tersebut dan melihat TTI yang ada di seluruh Indonesia.

 

“Memang TTI lebih difokuskan kepada Jabodetabek, tapi dengan adanya TTI Online kita dapat melihat pasokan dari Gapoktan yang menyuplai ke TTI. Ini dapat diakses di seluruh provinsi di Indonesia,” kata Spudnik.

 

TTI Mobil

 

Masyarakat memang benar-benar makin dimanja. Selain adanya TTI Onlie, konsumen bisa mendapatkan produk murah dan berkualitas dengan hadirnya TTI Mobil akhir Maret. Untuk TTI Mobil pertama kali akan dikembangkan di Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi) dan akan ada 10 mobil yang siap menyambangi masyarakat.

 

Spudnik mengatakan, TTI Mobil ini memang untuk daerah yang akses TTI-nya agak sulit. Jadi setelah ada permintaan daerah mana yang memerlukan, pemerintah baru akan menyediakan TTI Mobil.

 

“TTI Mobile ini nanti sifatnya fleksibel jadi akan berpindah-pindah. Misalnya hari ini di Rusun A (Rumah Susun) besoknya pindah ke Rusun B. Tergantung permintaan pada dasarnya,” jelas Spudnik.

 

Komoditi yang akan diperdagangkan di TTI Online dan TTI Mobil ada 10 komoditi. Yakni beras, cabai merah keriting, cabai rawit, bawang merah, bawang putih, daging ayam, daging sapi, telur, gula, dan minyak goreng.

 

Jumlah TTI, hingga Senin (13/2) sudah ada tambahan 43 TTI baru. sehingga total yang ada di Jakarta mencapai 65 TTI.  Volume yang dipasok setiap harinya, beras sebanyak 8 ton, gula pasir 2,6 ton, bawang merag 650 kg, cabai merah keriting 625 kg, minyak goreng 252 liter dan daging sapi 500 kg.

 

Masing-masing komoditas dijual dengan harga beras Rp 8 ribu/kg, daging sapi Rp 80 ribu/kg, daging kerbau Rp 65 ribu/kg, bawang merah Rp 17 ribu/kg, cabai merah keriting Rp 7.500/seperempat kg, gula pasir Rp 12.500/kg, minyak goreng Rp 12 ribu/ liter dan bawang putih Rp 8.500/seperempat kg.

 

Kepala Pusat Distribusi dan Cadangan Pangan, Riwantoro mengatakan. anggaran yabg digelontorkan untuk membangun 1.000 TTI di Jabodetabek sebanyak Rp 45 miliar. “Kita mentargetkan 1.000 TTI akan segera terlaksana sebelum akhir tahun,” katanya.

 

Jadi ketika 1.000 TTI di Jabodetabek sudah rampung, pemerintah akan difokuskan ke daerah. Jadi penguatan TTI bukan hanya di Jabotabek, tapi seluruh Indonesia. Penguatan TTI di seluruh provinsi terkait juga dengan adanya TTI Online. Cla