• Search
  • Menu
Read Detail

Inilah Cara Menyiapkan Benih

13:53 WIB | Tuesday, 07-February-2017

Salah satu yang perlu mendapat perhatian saat menanam padi dengan menggunakan mesin tanam (rice transplanter) adalah menyiapkan benih. Ketua Poktan Muja, Kusnadi mengatakan, benih yang digunakan harus bersertifikat dengan daya tumbuh minimal 85% dan masa expayed labelnya masih berlaku. Untuk tiap hektar memerlukan 30-50 kg benih. Selanjutnya, benih di seleksi menggunakan air, garam dan telur ayam kampung.

 

Langkah selanjutnya adalah siapkan bak yang diisi air bersih hingga sepertiganya atau sekitar 10 liter. Lalu, masukkan telur ke dalam air kemudian tambahkan garam secara bertahap sampai telur tersebut mengambang di permukaan air. “Setelah telur diambil, benih padi langsung bisa di masukkan. Aduk lalu diamkan beberapa menit. Buang benih yang terapung dan ambil yang berada didasar bak atau timba,” katanya.

 

Setelah proses sortir selesai, benih segera direndam di tempat khusus hingga 48 jam. Kemudian ditiriskan hingga muncul bakal akar. Selanjutnya benih bisa di semai di tray atau bidak. Media semai yang digunakan adalah tanah di campur bokhasi dengan perbandingan 3:1.

 

Saat menyemai, try dalam kondisi lembab. Sebarkan benih sekitar 100-150 gram/tray. Setelah itu siram dengan air dan direndam. Setelah 24 jam direndam, tunas bibit akan tumbuh lebih subur dan rata. Bibit padi bisa langsung di pindah ke rak semai hingga 10-15 hari sejak semai (bibit padi siap di tanam).

 

Ciri-ciri bibit padi siap tanam yang ideal adalah warna daun hijau cerah dan rata, batang hijau muda hingga kekuningan, tinggi seragam rata-rata 15 cm, segar. Ciri lainnya, akar putih bersih memenuhi media tanam, elastis dan saat media di gulung, tanah dan akar tidak retak.

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066