• Search
  • Menu
Read Detail

Agar Kualitas Cabai Merah Tetap Baik

10:06 WIB | Monday, 06-February-2017

Tanaman cabai merah (Capsicum annum L.) dibudidayakan untuk diambil buahnya yang dikonsumsi dalam bentuk segar maupun olahan, maka harus dijaga mutunya agar tetap baik dan aman dikonsumsi.

 

Kementerian Pertanian sudah menetapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) Pasca Panen Cabai Merah. SOP ini dibuat dengan mengacu  Peraturan Menteri Pertanian No. 44/Permentan/OT.140/10/2009 tentang Pedoman Penanganan Pascapanen yang Baik (Good Handling Practices/GHP) Hasil Pertanian Asal Tanaman.  Penerapan SOP di tingkat petani perlu bimbingan  oleh Penyuluh Pertanian. Berikut ini SOP pasca panen cabai merah yang baik.

 

  1. Penentuan waktu panen dan penanganan panen
  1. Penentuan waktu panen cabai merah dapat berdasarkan pengamatan secara langsung di kebun, dengan melihat kulit buah cabai yang telah matang atau berwarna merah sudah mencapai 80% atau sesuai umur varietas yang digunakan. Tanaman cabai berbunga berkali-kali, maka panennya berulang-ulang dengan jangka waktu sesuai dengan varietas yang digunakan.
  2. Sedangkan penanganan panen cabai merah dilakukan secara manual atau menggunakan tangan, dengan cara memetik buah cabai yang telah matang beserta tangkainya secara utuh.
  1. Perlakuan segera setelah panen

 

Merupakan tindakan-tindakan yang harus dilakukan pada cabai merah setelah dipanen, berupa pengumpulan, pendinginan, dan sortasi.

 

  1. Tempat pengumpulan hasil panen cabai merah harus dekat dengan lokasi panen, serta harus terlindung dari sinar matahari langsung dan air hujan.
  2. Pendinginan dapat digunakan kipas angin untuk menurunkan panas yang terbawa dari lahan sampai sama dengan suhu ruangan.
  3. Sortasi dilakukan pada saat pengumpulan, yaitu buah cabai merah hasil panen dibersihkan dari daun dan tangkai yang tidak dikehendaki (trimming), lalu cabai dipilah/dipisahkan antara yang baik (kondisinya utuh dan sehat) dengan yang rusak (patah/cacat, busuk/serangan hama - penyakit, kerusakan lainnya). Sortasi dilakukan di atas meja, jangan di lantai.
  1. Grading

 

Merupakan pengkelasan/pengelompokan hasil panen cabai merah berdasarkan keseragaman kualitas, antara lain panjang, pendek, berat, kesegaran, bebas penyakit, untuk menyesuaikan permintaan pasar sebagai berikut:.

 

  1. Pemasaran lokal: dikelompokkan menjadi kualitas A dan kualitas B. Kualitas A: cabai merah yang utuh, bersih, sehat dengan bentuk normal, tanpa cacat. Sedangkan kualitas B: cabai merah dengan ukuran kecil (panjang kurang 10 cm) dan bercampur dengan bentuknya tidak normal.
  2. Pasar swalayan: dipilih cabai merah yang berukuran besar (panjang lebih 10 cm), tingkat kemasakan 85%, dan tanpa cacat.
  3. Pasokan restaurant/rumah makan: dipilih 100% masak, tidak cacat, dan ukuran besar atau kecil.
  4. Pemasaran ekspor: sesuai Stadar Nasional Indonesia (SNI) Nomor 01-4480, 1998), yaitu:

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066